Jakarta - Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi meminta jajaran Dinas Dukcapil agar terus memaksimalkan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di tengah masyarakat.
Berdasarkan catatan Ditjen Dukcapil, per 21 Maret 2025 terdapat 14.123.968 penduduk yang sudah aktivasi IKD. "Platform IKD telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk akan digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan dilaunching pada 17 Agustus 2025 oleh Presiden," kata Dirjen Teguh pada Rapat Konsolidasi Nasional Menyambut Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi 1947 Saka dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, secara daring dari Jakarta, Senin (24/3/2025).
Untuk itu, Dirjen Teguh mengungkapkan, dalam waktu dekat Ditjen Dukcapil bersama Dinas Dukcapil kabupaten/kota bakal menggalakkan layanan aktivasi IKD kepada mereka yang masuk kategori berhak atas Bansos PKH.
Sebelumnya, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) berencana mendigitalkan program bansos melalui Digital ID pada Agustus 2025. Targetnya tak kurang 10,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari PKH harus mengaktivasi IKD di hape mereka.
Teguh menegaskan, Ditjen Dukcapil siap menjadikan IKD menjadi Digital ID pemerintah, yang bisa dimanfaatkan dan diakses oleh seluruh masyarakat secara gratis.
Selain itu, Teguh mengungkapkan, Dukcapil juga mendukung program pemerintah mendata jumlah penduduk yang memiliki rekening perbankan, harus terintegrasi dengan IKD. "Jajaran Dukcapil harus mampu memadankan penduduk dengan kriteria tersebut dalam data base kependudukan. Dengan makin banyak penduduk yang aktivasi IKD maka pemanfaatannya makin optimal dan akurasi datanya semakin valid," tandasnya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar