Jakarta – Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri turut ambil bagian dalam upaya memperkuat sistem keamanan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Kemenko Polhukam di Gedung B Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (10/12/24).
Rapat yang dipimpin oleh Plt. Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Asep Jenal Ahmadi, ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Plh. Direktur IDKN, Ditjen Dukcapil, Mensuseno.
Dalam rapat tersebut, Asep Jenal Ahmadi menekankan pentingnya pengawasan penduduk yang masuk ke IKN menggunakan teknologi Face Recognition (FR). "Sistem ini diharapkan mampu mengidentifikasi setiap penduduk yang mengunjungi IKN, mengingat tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai daerah untuk menyaksikan pembangunan IKN," ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Direktur Ketenteraman dan Ketertiban Umum IKN, Fransiscus Barung Mangera yang menyarankan agar teknologi FR diterapkan, sebagaimana digunakan pada event KTT G20 Bali 2022.
Pada kesempatan itu, Plh. Direktur IDKN, Mensuseno memaparkan perkembangan sistem biometri yang dikelola oleh Dukcapil. "Kami memiliki dua jenis teknologi FR, yaitu FR 1:1 untuk verifikasi, dan FR 1:N untuk identifikasi. Namun, kemampuan kami saat ini masih terbatas pada identifikasi satu per satu, sehingga teknologi FR secara realtime membutuhkan perangkat dan sistem khusus," jelas Mensuseno.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan teknologi FR realtime telah dilakukan oleh Divtik Polri dan Inafis Bareskrim dengan basis data perekaman KTP-el yang ditempatkan di Data Center Dukcapil.
Selain pembahasan teknis, rapat ini juga menyepakati pentingnya integrasi sistem keamanan dari berbagai instansi untuk mendukung keamanan di IKN. "Integrasi ini krusial agar pengamanan dapat berjalan efektif dan efisien," ujar salah satu peserta rapat.
Ditjen Dukcapil juga akan menggelar rapat lanjutan terkait kemungkinan perjanjian kerja sama dalam pemanfaatan data untuk identifikasi penduduk di IKN.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Ditjen Dukcapil dalam mendukung desain keamanan IKN berbasis teknologi mutakhir. "Kami akan terus bersinergi dengan instansi lain untuk memastikan IKN menjadi kota yang aman, modern, dan inklusif," tutup Mensuseno.
Rapat lanjutan direncanakan tahun depan, dengan agenda utama mencari solusi yang lebih komprehensif berdasarkan kondisi lapangan di IKN. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar