Lombok - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Utara melakukan aksi jemput bola untuk mempercepat cakupan perekaman data kependudukan.
Kepala Dinas Dukcapil Lombok Utara H Rubain mengatakan, sasaran dari program jemput bola adalah penyandang disabilitas, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan lansia. Untuk menjangkau mereka, petugas Disdukcapil Lombok Utara rela mendatangi satu per satu ke rumah masing-masing. Sebab mereka kesulitan menjangkau layanan administrasi kependudukan (Adminduk) di kantor dinas.
"Jadi program ini percepatan agar mereka memiliki dokumen Adminduk,” ujar Rubain, Rabu (2/3/2022).
Menurut Rubain, total pelayanan yang berhasil diterbitkan pada program tersebut mencapai 17 dokumen kependudukan, baik Kartu Keluarga, dan KTP-el dengan rincian penyandang disabilitas tiga orang, ODGJ tujuh orang, dan lansia tujuh orang.
.jpeg)
Dalam kesempatan itu, Rubain juga meminta perangkat desa dan dusun melaporkan warganya yang belum memiliki NIK dan dokumen adminduk lainnya.
Dokumen adminduk ini sangat penting, terutama bagi mereka yang ingin mengakses pelayanan jaminan kesehatan dan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan pelayanan adminduk harus cepat, tepat dan berkualitas. Pelayanan Adminduk tidak boleh diskriminatif.
“Tugas negara kepada rakyatnya ialah memberikan identitas yakni berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK). Karena melalui NIK cerminan identitas dapat terlihat,” jelas Zudan dalam berbagai kesempatan. Dukcapil***

Komentar
Komentar di nonaktifkan.