Jakarta – Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat kerja sama mewujudkan integrasi data kependudukan dan statistik sektoral. Itulah inti dari Full Day Workshop Pembinaan Data Sektoral yang digelar di Hotel Holiday Inn Gajah Mada, Jakarta, Senin (14/10/24).
Forum ini bertujuan mengevaluasi pembinaan statistik sektoral dan menyusun strategi data yang lebih efektif untuk tahun 2024, dengan melibatkan berbagai kementerian/lembaga terkait.
Direktur Statistik dan Ketenagakerjaan BPS, Ali Said, yang memimpin rapat, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengatasi tantangan dalam pengelolaan data. "Kolaborasi antara BPS dan Dukcapil serta kementerian lainnya sangat penting, terutama dalam mengintegrasikan data sektoral dan kependudukan yang akurat untuk mendukung kebijakan nasional," kata Ali Said.
Perwakilan Ditjen Dukcapil yaitu Wakil Ketua Tim Kerja Sama Kementerian/Lembaga, Gede Gusta Ardiyasa, menyampaikan peran Dukcapil dalam mendukung Satu Data Indonesia. "Dukcapil telah menjalin kerja sama dengan hampir semua K/L untuk verifikasi dan validasi data penduduk. Kami juga sudah mengembangkan sistem SIAK dari terdistribusi menjadi terpusat demi meningkatkan kualitas data kependudukan," jelas Gede Gusta.
Selain itu, Dukcapil terus mendorong implementasi Single Identity Number untuk memastikan akurasi data penduduk di berbagai sektor.
Pada kesempatan lain, Plh. Direktur IDKN, Mensuseno, memberikan penjelasan mengenai pentingnya sinergi antara Dukcapil dan BPS dalam upaya pengelolaan data yang lebih baik. "Kualitas data yang dihasilkan dari kolaborasi ini akan berimplikasi langsung pada efektivitas kebijakan pemerintah. Kami perlu memastikan bahwa data yang kami kelola dapat diakses dan digunakan oleh semua pihak yang membutuhkan," kata Mensuseno.
Pada rapat yang dibagi menjadi tiga breakout room ini, dibahas juga berbagai isu strategis seperti dampak migrasi pekerja terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan. Setiap K/L menyampaikan masukan terkait pengelolaan data yang perlu diperbaiki dan langkah-langkah strategis ke depan.
Rapat ini menutup dengan kesimpulan bahwa sinergi antara Dukcapil, BPS, dan K/L lainnya harus terus diperkuat untuk mencapai integrasi data yang lebih baik. "Rapat lanjutan akan diadakan untuk memastikan bahwa masukan-masukan yang disampaikan dalam workshop ini dapat diakomodasi dengan baik, demi mewujudkan sistem data sektoral yang solid dan akurat," tutup Ali Said. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar