Jakarta – Bicara soal data kependudukan, Ditjen Dukcapil Kemendagri tak bisa bekerja sendiri. Menurut Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi, selalu ada tiga pilar yang tidak bisa dipisahkan yakni pemerintah, swasta, dan civil society.
"Tidak mungkin terjadi perekaman data kependudukan yang sudah mencapai 99,4 persen jika tak ada masyarakat civil society, dan pihak swasta yang mendukung itu. Jika saja pihak swasta tidak harus menggunakan KTP-el atau Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk proses bisnis, mungkin data perekaman Dukcapil tidak sebesar sekarang," kata Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi saat menyambut kunjungan Presight Company dan Interbio di kantornya, Kamis (11/5/2023).
Pada kunjungan tersebut hadir CEO Presight Company Thomas Pramotedham. Dari PT International Biometrics Indonesia hadir CEO Irawan Mulyadi, Chief Enterprise & Government Service Feri Isnandar, dan Commisioner Roy Rahajasa Yamin. Sedangkan Dirjen Dukcapil didampingi oleh tim dari Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Direktorat Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN).

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan terima kasih atas kunjungan Presight dan Interbio ke kantor Ditjen Dukcapil. "Ditjen Dukcapil terbuka untuk semua kemungkinan kolaborasi positif normatif dalam rangka pengembangan Dukcapil Kemendagri yang lebih baik," kata Dirjen Teguh.
CEO Thomas Pramotedham menyampaikan, Presight yang bermarkas di Uni Emirat Arab (UAE), dengan aktivitas di bidang Artificial Intelligent (AI) siap berkolaborasi untuk mendukung berkembangnya Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Pada kesempatan tersebut, Presight juga mengundang tim Dukcapil untuk dapat berkunjung ke data center Presight di Abu Dhabi UAE. "Kami juga siap untuk menurunkan tim untuk menguatkan kapasitas knowledge tim Dukcapil di Bidang AI dan bidang lainnya," kata Thomas.
Sementara CEO Interbio Irawan Mulyadi mengatakan pihaknya mengharapkan dapat mengambil bagian dalam pengembangan untuk mewujudkan Ditjen Dukcapil yang lebih baik ke depan. "Tidak terbatas hanya pada pengembangan dan perbaruan data center/data recovery center serta Digital ID, pengembangan juga termasuk pada peremajaan dan penguatan infrastruktur yang dimiliki Ditjen Dukcapil," kata Irawan.
Dirjen Teguh menyampaikan, pertemuan ini sebagai awal untuik membangun komunikasi lebih lanjut. "Agar dapat disesuaikan juga dengan mekanisme konsolidasi normatif demi terciptanya kolaborasi yang kuat antara Ditjen Dukcapil dengan Presight Company dan Interbio," kata Dirjen Teguh Setyabudi. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.