Jakarta — Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, menegaskan pentingnya Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai kunci utama transformasi digital nasional. Hal ini disampaikan dalam Rakornas Dukcapil dengan Lembaga Pengguna Pusat yang berlangsung di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Dalam paparannya, Teguh menjelaskan bahwa evolusi identitas di Indonesia telah berkembang dari sistem manual, SIMDUK, SIAK, hingga KTP-el dan kini menuju IKD.
Saat ini, tercatat lebih dari 17 juta pengguna IKD yang telah memanfaatkan layanan digital berbasis data kependudukan. "Transformasi digital nasional tidak akan berjalan tanpa fondasi identitas digital yang kuat. IKD bukan hanya kartu digital, tetapi pintu masuk menuju layanan publik dan privat yang aman, efisien, dan inklusif," ujar Teguh.
Ia menambahkan, integrasi IKD dengan berbagai layanan pemerintah seperti Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan SATUSEHAT Kementerian Kesehatan telah membawa dampak nyata.

Dengan autentikasi berbasis biometrik dan Single Sign-On, program bansos kini lebih tepat sasaran dan transparan. "Melalui IKD, kita berhasil menekan kebocoran dana bansos akibat penerima yang tidak valid. Data kependudukan yang terverifikasi memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak," tegasnya.
Teguh juga menyoroti peran Kemendagri dalam Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), termasuk fasilitasi sosialisasi digitalisasi bansos tingkat nasional serta dukungan terhadap pilot project transformasi digital.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemanfaatan IKD tidak hanya terbatas pada sektor publik, tetapi juga membuka peluang besar di sektor privat seperti perbankan, fintech, telekomunikasi, hingga e-commerce.
"Identity without use case is useless. IKD harus hadir di setiap layanan, dari pajak, pendidikan, perizinan, hingga transaksi digital. Dengan begitu, ekosistem digital Indonesia akan semakin kokoh dan berdaya saing global," kata Teguh.
Menutup paparannya, Teguh menyampaikan rencana pengembangan IKD ke depan melalui dukungan proyek Bank Dunia, termasuk penerapan teknologi liveness detection untuk onboarding jarak jauh, pengembangan digital wallet untuk menyimpan dokumen resmi, serta adopsi standar internasional agar interoperabilitas semakin kuat.
"Dukcapil siap membangun ekosistem identitas digital yang inklusif, aman, dan modern. IKD adalah fondasi untuk Indonesia yang lebih transparan, efisien, dan berdaya saing di era digital," pungkasnya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar