Jakarta — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana kerja dan anggaran Ditjen Dukcapil Tahun 2026.
Hal ini terungkap dalam giat Apel Pagi yang diikuti seluruh pegawai di lingkungan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Senin (29/9/2025).
Dukungan Mendagri tersebut disampaikan pada acara Konsinyering Rencana Kerja Program dan Anggaran seluruh Komponen Kemendagri yang berlangsung di Hotel Rancamaya Bogor 26-28 September 2025.
Pada acara tersebut dilanjutkan dengan paparan seluruh Pejabat Eselon I dan diteruskan dengan paparan Eselon II dari setiap Komponen. Kemudian arahan-arahan Mendagri khusus terkait Dukcapil diulas dan disampaikan kembali oleh Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN) Handayani Ningrum, pada kesempatan apel pagi melalui Zoom Meeting tersebut.
Dalam arahannya, Mendagri Tito menilai seluruh rencana kerja dan anggaran Ditjen Dukcapil yang dipaparkan oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dan para pejabat Eselon II sangat bagus, penting, dan harus dilaksanakan dengan tepat sasaran.
"Hampir tidak ada komplain dari Bapak Mendagri. Untuk lebih tepat sasaran dan tepat waktu para Direktur juga menyampaikan timeline pelaksanaan yang dibuat paralel dimulai akhir tahun 2025 dengan segera mengusulkan proses clearance dan melakukan Pra-DIPA agar kegiatan dapat dimulai lebih dini di awal tahun 2026," jelas Handayani Ningrum.
Direktur IDKN pada kesempatan apel pagi juga mengingatkan kembali bahwa Evaluasi Program Anggaran dan Percepatan Realisasi Anggaran Ditjen Dukcapil per September 2025 . “Segera kita lakukan percepatan penyerapan, karena hal ini akan berdampak terhadap keberhasilan dan berkesinambungan dengan program kegiatan di 2026 sebagaimana yang sudah dipaparkan kepada Mendagri pada acara konsinyering dimaksud."
Direktur Ningrum selanjutnya menekankan dan mengimbau untuk seluruh jajaran Unit Eselon II, pejabat administrator, dan pengawas dan seluruh pegawai Ditjen Dukcapil untuk segera mengeksekusi program kegiatan 2025 sehingga dapat berkelanjutan terhadap Program di 2026 yang telah mendapat apresiasi dari Mendagri. “Kita harus bekerja keras dan cerdas agar Pak Menteri tidak kecewa,” ujarnya.
IKD sebagai salah satu ikon digitalisasi Kemendagri
Dalam apel tersebut, Ningrum juga menekankan pentingnya Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai ikon digitalisasi Kemendagri. Handayani mencontohkan pada saat ini sedang berlangsung aktivasi IKD dan direncanakan pemanfaatan IKD di Kabupaten Banyuwangi, IKD menjadi tulang punggung sistem data tunggal (Single Sign On) dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos). “IKD diharapkan mampu membuat sasaran dalam distribusi Bansos menjadi tepat sasaran," jelasnya.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar, verifikasi tetap dapat dilakukan melalui agen Perlinsos dengan menggunakan NIK pada KK atau KTP-el secara fisik. “Mereka bisa didata melalui face recognition, KTP-el, atau agen Perlinsos yang ditentukan Dinas Sosial di masing-masing daerah,” tambah Ningrum, sehingga inklusivitas pelayanan Dukcapil bisa terwujud. Artinya, "Tidak ada masyarakat yang tidak terlayani dengan alasan dokumen kependudukan."
Ningrum juga menilai sangat positif konsinyering yang dilakukan di Rancamaya. Sebab semua pejabat Eselon I dan II bisa mendengarkan secara langsung Program Kegiatan Komponen Kemendagri secara keseluruhan, sehingga sinergi antar komponen bisa menjadi lebih baik.
Selanjutnya, Handayani menekankan bahwa pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dafdukcapil) sebagai hulu dari pelayanan Dukcapil. "Pelayanan Dafdukcapil itu sendiri akan cepat dan akurat bisa terwujud jika kita memahami substansinya secara utuh,” katanya.
Ia juga mendorong tim media Ditjen Dukcapil untuk lebih aktif, pro aktif dan kreatif dalam menyampaikan capaian kinerja kepada publik, tidak hanya melalui media sosial, juga melalui media mainstream. "Lebih penting lagi penyampaian Daftar Informasi Publik (DIP) secara terus menerus kepada Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Puspen Kemendagri. Ini bertujuan supaya semakin luas publik yang mengetahui kerja keras dan positif yang dilakukan Dukcapil untuk masyarakat."
Menjelang masa purna tugasnya, Ningrum bahkan menyatakan kesediaannya untuk berbagi sedikit ilmu yang dimilikinya kepada para pejabat Eselon III dan IV dan semua staf di lingkup Ditjen Dukcapil utamanya Direktorat Dafdukcapil melalui forum diskusi informal. “Saya ingin sedikit ilmu yang saya miliki bisa bermanfaat untuk keberlanjutan dan semakin Prima-nya pelayanan Dukcapil,” tutupnya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar