Jakarta – Data kependudukan bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, termasuk oleh perusahaan rekrutmen, dan pelamar kerja. Salah satunya adalah PT Meta Visio Indonesia (Mevis), sebuah perusahaan sektor rekrutmen yang berupaya meningkatkan kualitas verifikasi identitas pelamar kerja.
Ditjen Dukcapil Kemendagri menggelar rapat dengan PT Mevis membahas kemungkinan kerja sama pemanfaatan data kependudukan untuk proses verifikasi identitas pengguna aplikasi ONYX, yang digunakan dalam seleksi karyawan. Rapat dilaksanakan di Ruang Tim Pakar Gedung E, Direktorat IDKN, Kemendagri, Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Menurut Ketua Tim Layanan Administrasi Data Kependudukan (LADK) Ditjen Dukcapil yang hadir dalam rapat, kerja sama ini penting untuk memastikan validitas data yang digunakan perusahaan rekrutmen, terutama terkait dengan pelamar kerja. "Verifikasi identitas yang akurat sangat krusial untuk menghindari masalah seperti penggunaan identitas palsu, ijazah palsu, atau surat referensi yang tidak valid. Dukcapil siap mendukung untuk memastikan bahwa data kependudukan yang digunakan benar-benar sah," ujarnya.
Mevis, beroperasi sejak 2017 berpengalaman membantu lebih dari 40 perusahaan melakukan proses seleksi karyawan dan background screening. Mereka menggunakan aplikasi bernama ONYX untuk melakukan verifikasi kandidat secara online. "Kami berkomitmen untuk terus berkembang dan membantu memverifikasi CV lulusan SMK yang berguna bagi perusahaan recruiter. Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan terhadap data yang kami kelola," ujar Direktur PT Mevis, Andi Rahman Hakim.
Namun, menurut laporan yang disampaikan dalam rapat, Mevis belum memenuhi syarat untuk melakukan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil, yaitu berkenaan Sertifikat ISO/IEC 27001 yang diatur dalam Pasal 18 A Permendagri 17 Tahun 2023.
Ni Luh Mertasih menegaskan bahwa perusahaan yang ingin memanfaatkan data kependudukan harus mematuhi standar keamanan data yang ditetapkan. “Keamanan data adalah prioritas utama. Oleh karena itu, Mevis harus memenuhi syarat ini agar kerja sama dapat dilanjutkan,” tegasnya.
Ni Luh Mertasih juga menyampaikan, meskipun Mevis memiliki niat baik untuk berkolaborasi dengan Dukcapil, perusahaan tersebut belum diawasi secara langsung oleh Badan Pengawas Pemerintah. "Kami sedang berupaya agar Mevis mendapatkan rekomendasi dari badan pengawas yang sesuai, sehingga kerja sama ini bisa dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku," tambahnya.
Dalam rapat tersebut, juga disepakati bahwa akan dilakukan koordinasi lanjutan antara Tim Mevis dan Ditjen Dukcapil untuk memastikan kelancaran proses verifikasi dan pemanfaatan data kependudukan. "Kami berharap kerja sama ini dapat membawa manfaat besar dalam meningkatkan kualitas rekrutmen tenaga kerja di Indonesia dan meminimalisir permasalahan terkait identitas palsu," tutup Ni Luh Mertasih.
Dukcapil terus berperan aktif dalam memastikan bahwa pemanfaatan data kependudukan digunakan untuk tujuan yang baik, termasuk mendukung sektor rekrutmen yang lebih transparan dan terpercaya.
Dalam kesempatan lain, Plh. Direktur IDKN, Mensuseno, menjelaskan bahwa peran penting data kependudukan dalam memfasilitasi berbagai sektor, termasuk dunia kerja dan rekrutmen, semakin terasa. “Data kependudukan yang akurat dan terintegrasi tidak hanya mendukung administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi alat vital dalam memastikan transparansi dan kredibilitas dalam proses seleksi karyawan,” ungkap Mensuseno.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta, seperti yang dilakukan dengan PT Meta Visio Indonesia. “Kerja sama dengan Mevis adalah langkah strategis dalam mendigitalisasi verifikasi identitas pelamar kerja, yang akan berdampak langsung pada pengurangan praktik penyalahgunaan data pribadi, seperti penggunaan identitas palsu dan dokumen yang tidak sah,” tambahnya.
Mensuseno juga menyoroti bahwa untuk memastikan keberhasilan kerja sama tersebut, penting bagi pihak-pihak terkait untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan, seperti yang diatur dalam regulasi terkait. "Kami mengharapkan setiap mitra kerja sama, termasuk Mevis, dapat memenuhi standar keamanan dan perlindungan data yang ketat, agar pemanfaatan data kependudukan ini dapat berjalan dengan aman dan efektif," tegasnya.
Menurutnya, meskipun tantangan dalam hal keamanan data masih ada, langkah-langkah untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terus dilakukan. "Dukcapil siap untuk mendukung setiap upaya yang dapat mempercepat digitalisasi dan integrasi data yang mendukung kemajuan ekonomi dan sektor lainnya," tutup Mensuseno. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar