Belu - Dari ujung perbatasan satu ke tapal batas terujung lainnya. Itulah titian muhibah atau cinta kasih yang dilakukan Tim GISA Jemput Bola Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.
Usai bertugas di wilayah terluar Indonesia, yakni di Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan, Kaltara sejak 22 hingga 24 Maret 2022, tim jemput bola di bawah pimpinan Ahmad Ridwan, Minggu (27/3/2022) sudah berada di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT.
Hingga berakhir tugas di Tulin Onsoi, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (24/3/2022) pukul 23.00 WITA, Tim Ditjen Dukcapil telah menerbitkan total 1.485 dokumen kependudukan. Terdiri dari penerbitan NIK sebanyak 148, penerbitan KK sebanyak 365 lembar, perekaman KTP-el kepada 276 warga, cetak KTP-el sebanyak 306 keping, cetak akta kelahiran 318 lembar, akta perkawinan 56 lembar, cetak suket pindah datang sebanyak 9 lembar dan cetak akta kematian sebanyak 7 lembar.
Tim Dukcapil tak punya banyak waktu istirahat. Sebab, selesai dari Kaltara, Tim Jemput Bola segera menuju ke Kupang, NTT, lewat penerbangan dini hari. Tiba di Kupang, Tim Dukcapil langsung lanjut penerbangan ke Atambua, Kabupaten Belu.
Untuk menuju lokasi di Kecamatan Tasifeto Timur yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste tim berkendaraan roda empat menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Kota Atambua.
Di lokasi tim teknis Dukcapil bekerja sama dengan Dinas Dukcapil Provinsi NTT dan Disdukcapil Belu mendirikan posko pelayanan administrasi kependudukan lengkap dengan parabola VSAT. Bahkan tim Jakarta membawa antena VPN sendiri agar terhubung dengan data center SIAK Terpusat Dukcapil.
Hingga pukul 19.30 WITA, Senin (28/3/2022) Tim GISA Jebol Pelayanan Adminduk telah menerbitkan sebanyak 346 dokumen. Jumlah itu terdiri penerbitan NIK sebanyak 36, penerbitan KK sebanyak 57 lembar, perekaman KTP-el kepada 46 warga, cetak KTP-el sebanyak 111 keping, cetak akta kelahiran 78 lembar, akta perkawinan 6 lembar, dan cetak surat keterangan pindah datang sebanyak 12 lembar.
Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil Kemendagri David Yama mengatakan, kegiatan jemput bola atau turun ke lapangan ini merupakan wujud nyata Dukcapil dalam memenuhi seluruh hak warga Indonesia melengkapi dokumen kependudukan, tak terkecuali bagi warga perbatasan dekat negara Timor Leste ini.
"Ini merupakan hak warga negara dan kita koordinasi terus dengan Dinas Dukcapil daerah dan memfasilitasi warga perbatasan yang jauh dari pelayanan adminduk menerbitkan dokumen kependudukan demi mendapatkan semua akses pelayanan publik," ujar Yama.
Khusus bagi penduduk rentan, seperti masyarakat wilayah perbatasan negara tetangga Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengikuti arahan Mendagri Tito, yakni memberikan layanan adminduk tanpa diskriminasi.
"Dukcapil memberikan hadiah spesial berupa layanan jemput bola (Jebol) pemberian dokumen kependudukan kepada penduduk Kecamatan Tasifeto Timur. Menurut Dirjen Zudan, warga perbatasan tergolong penduduk rentan Adminduk yang perlu diperhatikan serius pemberian hak dasarnya, yakni memberikan dokumen kependudukan."
"Warga rentan adminduk adalah penduduk yang mengalami hambatan dalam memperoleh dokumen kependudukan yang disebabkan keterbatasan akses," kata Dirjen Zudan menjelaskan, dikutip Selasa (28/3/2022). Dukcapil***


Komentar
Komentar di nonaktifkan.