Ditulis Pada 04 Juli 2018 13:02 WIB

Tidak Boleh Terbitkan Suket, Daerah Genjot Cetak KTP-el

Batu dan Bogor – Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil mengimbau daerah untuk menuntaskan pencetakan fisik KTP-el, terutama yang status datanya sudah siap cetak (Print Ready Record/PRR) dan permohonan baru. Imbauan ini sekaligus melarang Dinas Dukcapil menerbitkan Surat Keterangan Pengganti KTP-el (Suket) karena ketersediaan blangko di pusat tercukupi. 

 

Pemkot Batu melalui Dinas Dukcapil melaksanakan imbauan ini dengan terus melakukan pencetakan KTP-el yang sudah siap cetak, serta memberikan pelayanan terbaik kepada warganya. Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh saat berkunjung ke Batu bahkan memuji langsung pelayanan yang dilakukan Dinas Dukcapil setempat. 

 

“Kantor serta layanannya cukup bagus. Jadi nanti pelayanan di Batu, termasuk wilayah sekitarnya yakni Kota dan Kabupaten Malang dapat dijadikan percontohan,” puji Prof. Zudan didampingi Walikota Batu Dewanti Rumpoko dan Kepala Dinas Dukcapil Kota Batu Maulidiono di Batu, Selasa (03/07/2018).

 

Selain itu, Prof. Zudan menegaskan bahwa Pemkot Batu mendapatkan tambahan batas waktu 2 minggu dalam penuntasan cetak KTP-el. 

 

“Jadi warga Kota Batu yang saat ini memegang Suket serta semua pengajuan,  harus sudah tercetak KTP-el nya sebelum tanggal 25 Juli 2018,” jelas Prof. Zudan.

 

Zudan melanjutkan, oleh sebab Dinas Dukcapil Kota Batu sudah tak diperbolehkan mengeluarkan Suket, maka Ditjen Dukcapil akan mencukupi blanko KTP-el serta meningkatkan jaringan internet.

 

Atas arahan Prof. Zudan, Dinas Dukcapil Kota Batu optimis dapat merealisasikan sebelum batas waktu tersebut.

 

“Blanko tersedia sekira 10.098 keping, dan ada 4000 KTP-el yang harus dicetak sebelum batas waktu,” terang Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batu Maulidiono.

 

Sementara dari Kota Bogor, Walikota Bogor Bima Arya meminta pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor untuk melayani warga hingga penuntasan. Hal tersebut menyikapi antrean panjang warga pada Selasa kemarin.

 

"Kapasitas untuk pencetakan di Kota Bogor maksimal 1.000 pemohon. Tadi ada 900 (pemohon), insya Allah sampai malam dilayani. Pertambahan personel diperlukan agar lebih cepat lagi," jelas Bima.

 

Antrean panjang dikantor Dinas Dukcapil terjadi, lantaran warga banyak yang mengurus KTP-el untuk pelbagai keperluan pasca lebaran. 

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Walikota Bima Arya menginstruksikan pendaftaran pencetakan KTP-el dilakukan di kantor kecamatan terhitung mulai Rabu hari ini. Dukcapil***