Ditulis Pada 31 Januari 2018 19:08 WIB

Pemkab Natuna Target 50% Anak Miliki KIA

Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, melalui Dinas Dukcapil selama tahun 2018 menargetkan akan menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi 50% anak usia 0 sampai 18 tahun. 

 

Target ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong kabupaten/kota menganggarkan penerapan KIA sebagaimana amanat Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang KIA. 

 

Terlebih, pada tahun 2017 lalu, Kabupaten Natuna menjadi salah satu dari 50 daerah yang mendapatkan dana stimulus penerapan KIA melalui APBN. Anggaran tersebut digunakan untuk mencetak 4.000 keping blangko KIA. 

 

Saat ini, jumlah anak yang menjadi target KIA sebanyak 26.000 orang. Dengan demikian, Dinas Dukcapil Kabupaten Natuna menganggarkan melalui APBD sebanyak 22.000 blanko.

 

Kepala Dinas Dukcapil, Ilham Kauli, mengaku pihaknya sudah me-launching penerapan KIA pada akhir tahun 2017 lalu. 

 

“Alhamdulillah sejak dilauncing, sampai sekarang masih berjalan dengan baik. Jadi setiap anak yang lahir secara umum, akan langsung mendapatkan KIA saat ia mengurus Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga”, kata Ilham baru-baru ini. 

 

Memastikan target tercapai, Dinas Dukcapil saat ini terus melakukan pencetakan KIA secara masal, terutama bagi anak yang lahir secara umum serta anak yang telah berumur diatas 5 tahun, atau yang sudah bersekolah.

 

Selain itu, Dinas Dukcapil juga beerjasama dengan dengan pihak sekolah untuk melakukan pendataan kepada siswa dan siswi penerima KIA, yang masih berusia di bawah 17 tahun.

 

“Sekarang kita sudah mencetak sekitar 2000 lebih KIA untuk anak yang telah bersekolah, dan rencananya dalam minggu ini akan segera kami distribusikan ke sekolah mereka masing-masing”, lanjutnya. 

 

Akan tetapi, menurut Ilham, setiap tahun jumlah anak terus bertambah. Untuk itu, ia mengaku pihaknya mengantisipasi untuk terus menambah jumlah blangko KIA. 

 

“Alhamdulilah Pemda kita mendukung program ini, Pak Bupati pun bilang siap menambah anggaran untuk mensukseskan program ini, meski nilainya tidak signifikan”, sambung Ilham. 

 

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh terus mendorong kabupaten/kota untuk segera menerapkan KIA. Menurutnya, anggaran dari pusat hanya sebagai dana stimulus. 

 

Penerapan KIA juga menurutnya dapat mendorong peningkatan cakupan kepemilikan Akta Kelahiran yang saat ini sudah mencapai 85,20% secara nasional. Hal ini dimungkinkan karena salah satu syarat pengurusan KIA adalah sudah memiliki Akta Kelahiran. Dukcapil***