Ditulis Pada 12 Juli 2018 11:50 WIB

Kemendagri Dorong Penerapan GISA Dimulai dari Keluarga dan Desa

Palembang – Untuk meningkatkan kesadaran semua pihak (masyarakat, pemerintah, dan lembaga pengguna) akan pentingnya tertib Administrasi Kependudukan (Adminduk) pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri meluncurkan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di tingkat nasional maupun di daerah. 

 

Kemarin Rabu (11/07/2018) bertempat di Asrama Haji Palembang, pencanangan GISA se-Sumatera Selatan (Sumsel) dicanangkan langsung oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh. Pencanangan tersebut ditandai dengan menempelkan telapak tangan pada layar LCD yang sudah disediakan. 

 

Dalam arahannya, Zudan menyampaikan bahwa penerapan GISA harus dimulai dari tingkat keluarga dan desa. 

 

“GISA, kita harus dorong mulai dari tingkat keluarga dan desa/kelurahan, agar masyarakat di desa  mulai memikirkan dan menggunakan semua instrumen Adminduk dalam semua aspek kehidupannya,” terang Prof Zudan.

 

Selain Prof. Zudan, Asisten III Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel Prof. Edward Juniartha mewakili Gubernur Sumsel dan Plt. Kepala Dinas Dukcapil Sumsel Reinhard Nainggolan turut menempelkan telapak tangan di layar LCD berukuran raksasa sebagai penanda dimulainya penerapan GISA di Sumsel. 

 

Prof. Zudan melanjutkan, suksesnya GISA bisa dinilai dari semua penduduk sudah memiliki dokumen kependudukan. Untuk itu, sebagai penyelenggara pelayanan Adminduk, Dinas Dukcapil kabupaten/kota harus memberi masyarakat layanan yang paling menyenangkan dan membahagiakan mereka. 

 

“Sehingga begitu bayi lahir langsung dibuatkan Akta Kelahiran. Setelah lahir dan mempunyai Akta Kelahiran dibuatkan Kartu Identitras Anak (KIA). Setelah 17 tahun dibuatkan KTP-el. Setelah nikah dibuatkan Akta Nikah. Dan setelah meninggal dibuatkan Akta Kematian,” rinci Prof. Zudan.

 

Semua dokumen kependudukan tersebut harus diterima oleh masyarakat dengan mudah. Bahkan saat mengajukan permohonan satu dokumen kependudukan, bisa mendapatkan beberapa dokumen kependudukan sekaligus. Hal ini biasa dikenal dengan layanan terintegrasi atau juga disebut layanan 5 in 1, 4 in 1, dan 3 in 1. 

 

“Mengurus Akta Kematian, akan diterbitkan KK baru, KTP-el baru yang statusnya telah diubah. Urus Akta Kelahiran diterbitkan KIA dan KK yang baru. Keluarga yang menikah, diterbitkan KK dan KTP-el yang baru”, tambahnya.

 

Selain pencanangan GISA, juga dibuka layanan KTP-el oleh Dinas Dukcapil se-Sumsel di Ruang Serbaguna Asrama Haji Palembang selama tiga hari pada tanggal 11 sampai 13 Juli 2018. Tidak hanya warga Sumsel, layanan ini juga bisa dinikmati seluruh penduduk Indonesia dari semua daerah. 

 

Prof. Zudan juga berkesempatan menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis kepada anak-anak yang usianya belum genap 17 tahun, memberi KTP-el pada perwakilan penduduk yang melakukan perubahan elemen data, serta menyerahkan hadiah KTP-el kepada penduduk yang tepat berusia 17 tahun. 

 

Selain itu, juga menyaksikan langsung penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan data kependudukan antara Kepala Dinas Dukcapil Sumsel dengan para Kepala OPD se-Sumsel. 

 

Memastikan pelayanan berjalan baik, Prof. Zudan memantau langsung tim pelayanan dan masyarakat yang datang dan pergi silih berganti. Sesekali Zudan bercengkerama dengan petugas pelayanan, serta menanyakan masyarakat berkas dan dokumen yang hendak diurus. Dukcapil***