Ditulis Pada 21 Juni 2018 14:22 WIB

Dukcapil dan Pemdes Jadi Perhatian Presiden dan Mendagri

Jakarta – Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) dan Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) mendapat perhatian khusus dari Presiden RI Joko Widodo dan Mendagri Tjahjo Kumolo. Kinerja lembaga yang menangani Administrasi Kependudukan (Adminduk) dan pemerintahan desa di Kemendagri ini juga mendapat banyak sorotan dari masyarakat. 

 

Hal ini disampaikan Dirjen Bina Pemdes Nata Irawan saat memimpin apel pagi dan halal bihalal gabungan Ditjen Dukcapil dan Bina Pemdes di Jakarta, Kamis (21/06/2018). Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya aktivitas pemerintahan di kedua lembaga usai libur lebaran Idul Fitri 1439 H. 

 

“Dua Direktorat Jenderal di Pasar Minggu (Jakarta Selatan) ini menjadi concern bagi Presiden dan Mendagri. Apa yang dilakukan oleh Ditjen Dukcapil dan Ditjen Bina Pemdes untuk kinerjanya dapat terukur. Jika bagus menjadi bagus sekali, jika buruk menjadi buruk sekali. Jangan sampai nila setitik, rusak susu sebelanga” demikian Nata Irawan mengingatkan. 

 

Menurutnya, tak jarang, banyak kegiatan positif yang dilakukan kedua lembaga, tetapi belum banyak diekspose. Namun, ketika mengalami sedikit kekeliruan bisa berdampak besar. 

 

“Pegawainya harus dapat menjaga nama baik dua Direktorat ini. Terjalin kerjasama yang baik dan intensif antara pimpinan serta staf dapat membangun dan memperlihatkan pelbagai kinerja yang sudah dilakukan agar masyarakat mengetahui kinerja kita untuk bangsa dan negara”, lanjutnya.

 

Nata mencontohkan terkait persoalan desa yang terlihat sederhana, tetapi ketika bicara tata kelola pemerintahan, maka di dalamnya terdapat semua unsur dan aspek pemerintahan. 

 

“Jika selama ini masyarakat tercengang melihat otonomi daerah pada kabupaten/kota, tetapi sebenarnya pelaksanaan dari urusan otonomi daerah tertumpu pada desa”, sambung Nata.

 

Terkait persoalan Adminduk, Nata menyinggung kasus tercecernya KTP-el di Bogor beberapa waktu yang lalu. Ia meyakini, tidak ada niat sedikit pun di jajaran Dukcapil untuk melalaikan persoalan itu. Masalahnya kemudian meluas karena hal itu terjadi di tahun politik. 

 

Persoalan yang ditangani Ditjen Bina Pemdes tidak kalah besarnya. Beberapa waktu lalu, sambung Nata, lembaganya menghadapi demo besar-besaran dari perangkat desa yang menuntut haknya setara PNS. Kesalahan bertindak atau berucap di luar kewenangan dan peraturan yang berlaku sangat bisa menimbulkan persoalan baru yang lebih besar. 

 

Di akhir sesi, tidak lupa Nata menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1439 H dan permohonan maaf. 

 

“Mohon maaf lahir dan batin, semoga yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh puasanya diterima Allah SWT serta dapat memperbaiki dan merubah apa yang belum baik menjadi lebih baik”, tutupnya.

 

Apel pagi dan halal bihalal kedua Direktorat ini dihadiri Sekretaris Ditjen Dukcapil, Sekretaris Ditjen Bina Pemdes, para Direktur di lingkungan Ditjen Dukcapil dan Bina Pemdes, para Pejabat Administrator, dan Pengawas, serta seluruh staf. Seluruh pegawai yang hadir kompak mengenakan pakaian serba hitam. 

 

Di akhir acara, seluruh ASN larut dalam suasana keakraban dan saling memaafkan. Rangkaian acara usai, semua ASN kembali bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing.  Dukcapil***