Ditulis Pada 25 April 2018 15:24 WIB

Dirjen Dukcapil Minta Bupati/Walikota Sering Tengok Dinas Dukcapil

Manado – Sebagai bentuk pengawasan terhadap pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk), Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menghimbau Bupati/Walikota untuk mengunjungi kantor pelayanan Dinas Dukcapil. 

 

“Saya mohon ijin minta tolong Pak Bupati, Pak Walikota, Pak Wakil, Bapak sering tengok-tengok Dukcapilnya”, kata Prof. Zudan di Manado, Senin (23/04/2018).

 

Zudan menyampaikan hal ini pada kegiatan Pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dihadiri Bupati/Walikota dan Kepala Dinas Dukcapil se-Sulut. 

 

Hadir pula Direktur IPDN Kampus Sulut Noudy Tendean, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sulut Edison Humiang, Direktur Bina Apararur Dukcapil Joko Moersito, Direktur Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan David Yama, serta para Praja IPDN Kampus Manado.

 

“Tolong rekan-rekan Kadis Dukcapil siapkan kantornya dengan baik, agar bupati/walikota nyaman kalau menengok. Jadi saya minta tolong kantornya dibaguskan, layanannya juga dibaguskan”, sambung Zudan diiringi tepuk tangan yang meriah dari peserta. 

 

Perhatian kepala daerah, di antaranya melalui kunjungan ke Dinas Dukcapil, menurut Zudan, sangat penting untuk memastikan pelayanan Adminduk berjalan dengan baik sehingga hambatan dan kekurangan yang ada akan cepat teratasi. 

 

Karena pelayanan Dukcapil yang baik, menurutnya untuk menunjukkan kehadiran negara. 

 

“Ini cermin kehadiran negara (melalui) Puskesmas, rumah sakit, Dukcapil, PTSP. Katakanlah saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya, kalau kantor Bappeda jelek itu gak apa-apa, karena itu gak ngurusin rakyat secara langsung”, sambung Prof. Zudan.

 

Akan tetapi, alangkah lebih baik lagi jika semua kantor pemerintahan memiliki penampilan yang bagus dan pelayanan yang baik.  

 

“Tapi kalau bisa kantor Bappeda-nya bagus, kantor Sekda ya bagus, kantor Dukcapil ya bagus, rumah sakit umum daerah ya bagus, Puskesmas juga bagus. Ini cita-cita kita. Kehadiran negara harus ditunjukkan melalui pelayanan publik”, tutup Zudan. Dukcapil***