Ditulis Pada 17 Januari 2018 11:52 WIB

Branding dan Positioning, Perubahan Besar Layanan Adminduk

JakartaBranding dan positioning, dua hal sederhana tapi bisa membawa perubahan besar dalam sebuah organisasi, terutama orgnasisasi pemerintah yang fokus pada pelayanan publik. 

 

Dua hal ini terus diupayakan oleh Dirjen Dukcapil Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH, terhadap lembaga yang dipimpinnya, Ditjen Dukcapil. 

 

“Saya ingin pagi ini kita berbicara yang tidak terlalu berat tetapi mengungkit perubahan besar bagi sebuah organisasi dan isinya. Tidak terlalu berat, maka saya mengambil titik yang disebut branding and positioning dalam sebuah organisasi”, jelas Prof. Zudan di Jakarta, Jum’at (12/01/2018). 

 

Hal ini disampaikannya di depan peserta kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen Dukcapil Kemendagri 2018 dan dalam rangka meningkatkan wawasan dan pemahaman pengurus dan anggota tentang administrasi kependudukan. Kegiatan juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada Petugas Pengamanan, Pramusaji, dan Supporting Staf beserta anaknya. 

 

Turut hadir Ketua DWP Ditjen Dukcapil Ninuk Triyanti Zudan, Sekretaris Ditjen Dukcapil I Gede Suratha, dan para Direktur di lingkungan Ditjen Dukcapil. 

 

Branding and positioning, lanjut Ketua DPN Korpri ini, merupakan dua hal yang berkaitan dengan bagaimana posisi suatu merk dan bagaimana menempatkannya. 

 

Prof. Zudan mencontohkan branding BRI, Khong Guan, atau Pepsoden. Merk-merk ini sudah sangat luas dikenal oleh masyarakat sebagai konsumen. 

 

Begitupun branding yang melekat pada seseorang seperti Jokowi sebagai presiden, Tukul Arwana sebagai pelawak, atau aktor kenamaan Brad Pitt.

 

“Jadi, pasti bayangan masyarakat itu akan sangat berbeda bila disebut Ditjen Keuangan Daerah dengan Ditjen Dukcapil. Sangat berbeda bayangannya”, jelasnya. 

 

Hal inilah yang juga harus dilakukan Ditjen Dukcapil sebagai organisasi pemerintah, agar apa yang dibayangkan oleh masyarakat tentang Dukcapil adalah pelayanannya yang cepat, rapi, ramah, santun, dan gratis. 

 

“Masyarakat itu akan langsung mampu membayangkan organisasi kita sebagai apa, sesuai dengan branding yang bisa kita tancapkan ke dalam pikiran dan ke dalam hati masyarakat”, lanjut Prof. Zudan. 

 

Selanjutnya terkait positioning, mantan Plt. Gubernur Gorontalo ini memaknainya sebagai kemampuan memahami posisi, termasuk untuk selalu menempatkan diri secara organisasi maupun secara pribadi. 

 

Dalam hal ini, posisi pemerintah adalah melindungi rakyat, mecerdaskan rakyat, dan mensejahterakan rakyat. Negara ini akan berhasil bila rakyatnya terlindungi, rakyatnya cerdas, rakyatnya sejahtera. 

 

“Sebuah negara branding-nya harus bisa membahagiakan rakyat. Itulah tugas besar kita”, pungkasnya. 

 

Dengan demikian, Dukcapil akan memiliki branding dan positioning bila masyarakat dilayani dengan baik dan cepat dalam mengurus dokumen kependudukan. 

 

“Dukcapil itu akan branding bila pelayanan Akta Kelahirannya cepat, Akta Kematiannya cepat, Akta Perkawinannya cepat, Akta Perceraiannya bisa diterbitkan cepat, KTP-elnya bisa cepat”, sambungnya. Dukcapil***