Ditulis Pada 15 Mei 2018 10:33 WIB

Antusias Warga Surabaya Urus KTP-el Meningkat di Tengah Teror Bom

Surabaya – Pemkot Surabaya rupanya tidak terpengaruh dengan adanya teror bom yang saat ini sedang melanda Kota Pahlawan. Di tengah hiruk pikuk pihak berwajib menangani aksi teror di sejumlah tempat di Kota Surabaya, pelayanan publik tetap berlangsung. Tidak terkecuali di kantor pelayanan Dukcapil. 

 

Terlebih, pemerintah pusat melalui Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginstruksikan agar semua pelayanan, termasuk pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk), tetap dibuka dan melayani warga seperti biasanya. Pengamanan di tempat-tempat pemerintahan juga diperketat.

 

Seperti halnya kemarin dan beberapa hari terakhir, hari ini Selasa (15/05/2018) pelayanan perijinan dan kependudukan di Gedung Siola yang berada di Jalan Tanjungan sudah tampak ramai dikunjungi warga sejak dibuka pelayanan pada pukul 08.00 WIB. 

 

“Hari ini dan kemarin layanan Dukcapil bahkan lebih banyak dari biasanya. Warga mengurus dokumen kependudukan seperti KTP-el, Akta Kelahiran dan KK untuk berbagai keperluan. Mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan aksi teror”, ujar Kepala Dinas Dukcapil Kota Surabaya Moh. Suharto Wardoyo melalui keterangan tertulis, Selasa (15/05/2018).

 

Melihat antusiasme warga, pria yang akrab disapa Anang ini mengaku senang dan lebih bersemangat melayani warga. “Ini menunjukkan kami tidak takut, warga pun tidak takut. Aksi teror adalah tindakan tidak terpuji, dan mari kita lawan bersama”, ucap Anang sambil mengajak berdoa bagi para korban. 

 

Meski mengecam dan tidak terpengaruh dengan aksi teror, Anang tetap menghimbau warga dan jajarannya agar tetap waspada. Pengamanan bagi seluruh pengunjung di kantor pelayanan pun diperketat. 

 

Petugas Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB dan Linmas) langsung turun tangan mengamankan dan memeriksa warga dan seluruh barang bawaannya di Gedung Siola. Setiap pengunjung bahkan diharuskan melewati pintu pendeteksi logam untuk bisa masuk. 

 

“Saya ngirim minuman ke sentra UKM, Mas. Silakan diperiksa,’’ ujar salah seorang pengunjung bernama Yuniar. Tasnya diperiksa petugas dan hanya menemukan botol-botol berisi minuman jus dan jamu. Dia mengaku tidak takut keliling kota untuk mengantarkan pesanan pelanggannya. 

 

“Apa yang salah dengan kami,’’ lanjut Yuniar. Ia merasa heran mengapa Kota Surabaya menjadi sasaran teror. 

 

Lain halnya dengan Dafata, warga Kedondong Lor Surabaya. Ia datang ke pelayanan Dukcapil untuk mengurus KTP-el bersama sejumlah temannya. Dafata agak merasa waswas dengan adanya aksi teror di kotanya. Meski demikian, keinginannya untuk mengurus KTP-el mengalahkan rasa takutnya. Terlebih, ia melihat kondisi kota tetap ramai. 

 

“Ini butuh KTP-el mendadak juga, mau melamar pekerjaan,’’ kata Dafata.

 

Sementara di salah satu ruang kerjanya, Kepala Dinas Dukcapil Kota Surabaya tampak sibuk dengan surat menyurat menumpuk di meja. Ia juga ada jadwal menerima sejumlah tamu yang berkunjung, dari beberapa lembaga dan daerah lain. Salah satunya adalah tamu dari Dinas Dukcapil Malang. Dukcapil***