Bobong, Taliabu - Datanglah ke Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Bagi yang punya jiwa avonturir, perjalanan ke kabupaten termuda di Provinsi Malut ini sangat menantang adrenalin, yang memacu detak jantung. Tersebab lokasi yang begitu jauh di tengah laut, dan waktu tempuh yang cukup lama, serta tantangan bergonta-ganti moda transportasi udara, laut dan daratan sekaligus.
Bagi yang gampang mual dan pusing akibat mabuk perjalanan, jangan coba-coba ikut ekspedisi ini. Namun... seketika hormon endorfin Anda bakal memancar, begitu menikmati pesona alam Pulau Taliabu yang memukau.
Sebagai gambaran, surga terpencil ini berada di sebuah pulau yang dikelilingi samudera luas serta sejumlah pulau-pulau kecil. Wilayah darat kabupaten ini seluas 3.000 kilometer persegi, dengan lingkar pantai sekitar 466 kilometer persegi. Secara astronomis daerah ini terletak antara 1°34'39–2°04'24 Lintang Selatan, dan 124°17'01–125°19'35 Bujur Timur. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Maluku di sebelah utara, Selat Capalulu di sebelah timur, Laut Banda di sebelah selatan, dan Kepulauan Banggai Laut di sebelah barat.
Akses menuju Pulau Taliabu bisa dicapai melalui jalur laut dari sejumlah kota di Maluku Utara atau Maluku. Untuk menuju ke sana, Tim Jemput Bola Layanan Administrasi Kependudukan Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Ditjen Dukcapil tidak melalui Ternate di timur laut yang berjarak 409 kilometer, atau dari Ambon yang berjarak 427 kilometer.
Pilihan rute terdekat dan paling cepat justru lewat Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, berjarak sekitar 397 kilometer atau 214,3 mil laut.
Maka rombongan Jebol Adminduk 3T Ditjen Dukcapil yang dipimpin Walter Edward Malau itu memilih penerbangan dari Bandara Soetta dan transit di Bandara Hasanuddin Makassar, Senin (8/7/2024) pukul 08.00 pagi. Walter memang spesialis dan sudah teruji dapat diandalkan untuk menggapai daerah-daerah sulit dijangkau.
Perjalanan dilanjutkan menuju Bandara Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk Kabupaten Banggai, tiba di sana pada pukul 14.20 WITA. Ekspedisi terus berlanjut dengan kapal feri dari Pelabuhan Luwuk, berangkat Senin sore pukul 17.00 WITA menuju Pelabuhan Bobong Kabupaten Taliabu selama 15 jam.
Rombongan dari Jakarta ini terdiri dari Walter Edward Malau (Dafdukcapil); Andrie Usi (Bagian Perencanaan Setditjen DUkcapil); Garda Hartono (Dafdukcapil); Indra Kusuma (Bagian Umum), serta teknisi Direktorat PIAK, Agus Abdillah tiba pada Selasa (9/7/2024) pukul 09.20 WIT.
Mereka membawa koper besar warna hitam, penuh peralatan berupa 1 set mobile enrollment KTP-el, printer KTP-el, 1 set ribbon/film, perangkat komunikasi internet M2M. Rombongan juga mengangkut 3 outer atau 6.000 keping blangko KTP seberat 36 kilogram.
Hari pertama, Kantor Didukcapil Kabupaten Pulau Taliabu di Bobong, Taliabu Barat, Selasa pagi.
Banjir masih menggenangi halaman hingga ruang kantor Disdukcapil Pulau Taliabu pimpinan Kadis Maslan, setinggi mata kaki ketika Tim Ditjen Dukcapil tiba. Agus dkk. langsung men-setting mobile enrollment, memasang printer khusus untuk mencetak KTP-el penduduk yang rusak akibat terdampak banjir.
Pada siang menjelang sore hari dilakukan perekaman dan uji kualitas jaringan. Di hari pertama, Tim Jebol 3T Ditjen Dukcapil dapat melayani 88 dokumen, terdiri: Perekaman KTP-el 1 pemohon; Cetak KTP-el 8 keping; Cetak KK 33 lembar; Cetak akta kelahiran 24 lembar; Surat Keterangan Pindah (SKP) WNI 7 pemohon, dan cetak Kartu Identitas Anak (KIA) 11 pemohon.
Hari kedua, Kantor Disdukcapil Pulau Taliabu, Rabu (10/7/2024).
Lantaran animo masyarakat yang cukup besar, Tim Jebol 3T masih bertahan melayani keperluan dokumen penduduk di Kantor Disdukcapil Pulau Taliabu di Bobong. Hari itu tim dapat melayani sebanyak 122 dokumen, terdiri: Perekaman KTP-el 5 pemohon; Cetak KTP-el 87 keping; Cetak KK 14 lembar; Cetak akta kelahiran 105 lembar; dan cetak KIA 6 pemohon.
Hilang sinyal GPS, nyaris terkatung-katung di laut lepas
Di hari ketiga rombongan di Pulau Taliabu, Kamis (11/7/2024), pelayanan adminduk oleh Tim Jebol 3T bergeser ke Desa Gela, Taliabu Utara. Meskipun berada di satu pulau, perjalanan dari Bobong di Taliabu Barat menuju Desa Gela di Talibu Utara berjarak 40,8 kilometer, ternyata lebih mudah digapai lewat jalur laut. Rombongan pun naik speedboat menyusuri pantai dengan gerak seperempat lingkaran pulau, tanpa hambatan berarti menuju Desa Gela.
Di kantor Desa pimpinan Kades Adimas Anshar Pamungkas, Tim Jebol Adminduk 3T Ditjen Dukcapil dapat melayani 138 dokumen penduduk. Jumlah itu terdiri Perekaman KTP-el: 14 pemohon; Pencetakan KTP-el 103 keping; Cetak KK 10 lembar; Cetak akta kelahiran: 115 lembar.
Namun kejadian tak terduga harus dialami rombongan punggawa Dukcapil di tengah laut. Saat perjalanan pulang ke pusat Kabupaten Taliabu di Bobong, speedboat kehilangan sinyal global positioning system atau GPS.
Hari sudah menjelang gelap petang itu. Kehilangan sinyal sangat berbahaya, karena speedboat bisa salah arah dan terbawa makin ke tengah samudera luas. Bahkan kemungkinan paling buruk, kapal motor ini bisa terombang-ambing di laut lepas karena kehabisan bahan bakar.
Canda tawa anggota "Ekspedisi Taliabu" yang selalu menghiasi perjalanan, berubah menjadi cemas karena suasana yang gelap dan posisi di tengah laut pula. Indra Kusuma, anggota rombongan yang biasanya selalu ceria menghibur dengan banyolan-banyolan kocak, kali ini "kicep" dan pucat pasi. Bibirnya tak berhenti komat-kamit berzikir, begitu juga anggota yang lain berdoa dengan cara masing-masing memohon keselamatan dari Allah SWT, Sang Pemilik Alam Semesta.
Ketua rombongan Walter Malau tak ayal lagi memutuskan, dan memerintahkan sopir speedboat kembali ke daratan Desa Gela, sebisa mungkin mengikuti nalurinya hingga menemukan cahaya lampu dari kejauhan. Ke sana lah kapal motor cepat itu menuju.
Alhamdulillah, rombongan selamat tiba di tempat pelayanan semula. Mereka diterima menginap di permukiman penduduk dan rumah jabatan Camat Taliabu Utara. Perjalanan pulang ke Bobong, Taliabu Barat dilanjutkan keesokan harinya setelah hari cerah.
Hari keempat, Jumat (12/7/2024)
Tak banyak yang dilakukan rombongan di basecamp kantor Disdukcapil Pulau Taliabu hari itu. Agus dkk dapat melayani sebanyak 58 dokumen penduduk, yang terdiri Perekaman KTP-el 13 pemohon; Pencetakan KTP-el 18 keping; Cetak KK 15 lembar; dan Cetak akta kelahiran 12 lembar.
Hari kelima, Sabtu (13/7/2024)
Hari itu pelayanan adminduk oleh Tim Jebol Adminduk 3T Taliabu berpindah ke SMP Negeri 1, di Kecamatan Lede. Kawasan pertanian di Pulau Taliabu ini berjarak 41,2 kilometer dari Bobong, ditempuh dengan speedboat selama 1,5 jam perjalanan.
Kehadiran Tim Jebol Ditjen Dukcapil disambut antusiasme masyarakat yang berdatangan ke SMPN 1. Hingga Sabtu sore, Tim Jebol Ditjen Dukcapil berhasil melayani 500 dokumen penduduk. Jumlah ini terdiri Perekaman KTP-el: 48 pemohon; Cetak KTP-el: 128 keping; Cetak KK 238 lembar; Cetak akta kelahiran: 51 pemohon; dan SKP-WNI 35 pemohon.
Total seluruh layanan selama 5 hari kegiatan Jebol di Kabupaten Pulau Taliabu adalah sebanyak 906 dokumen penduduk.
Asisten 1 Setda Kabupaten Pulau Taliabu, M. Syukur Boeroe atas nama Bupati Aliong Mus, berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Tim Jemput Bola Adminduk 3T Ditjen Dukcapil Kemendagri, yang berkenan sukarela datang ke Taliabu, yang termasuk daerah 3T di Maluku Utara, di wilayah timur Indonesia.
"Kami sangat berharap program jemput bola di Kabupaten Pulau Taliabu dapat terus berlanjut di hari-hari ke depan, karena daerah ini masih sangat kurang memadai dalam segala hal terutama pelayanan adminduk. Kami berharap kehadiran tim Ditjen Dukcapil bisa mengentaskan sebagian permasalahan di Kabupaten Taliabu," kata M. Syukur.
Kadis Dukcapil Pulau Taliabu, Maslan mengaku pihaknya terus bersinergi dengan Pemkab Pulau Taliabu dan tentunya Ditjen Dukcapil Kemendagri di pusat. "Kami ingin sekali koordinasi dan kolaborasi yang kuat agar bisa menyelesaikan masalah perekaman KTP-el dan terkait kinerja adminduk secara keseluruhan," kata Kadis Maslan.
Kepulangan Tim ke Jakarta
Sesuai dengan kondisi cuaca di perairan sekitar Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, maka pada Minggu (14/7/2024) pukul 20.30 WIT, Tim Ditjen Dukcapil meninggalkan bumi "Hamungsia Sia Tofu" yang berarti Bersama dan Bersatu. Tim Ekspedisi Taliabu Ditjen Dukcapil berlayar dengan KM Ratu Maria, selama 15 jam dari Pelabuhan Bobong–Taliabu ke Pelabuhan Rakyat Luwuk-Banggai, dan bersandar pada Senin (15/7/2014) pukul 11.25 WITA.
Selanjutnya menginap semalam di Kota Luwuk untuk esok harinya Selasa (16/7/2024) pukul 15.15 WITA terbang dari Bandara Luwuk. Setelah transit di Bandara Hasanuddin Makassar, rombongan "uji nyali" ini tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 21.20 WIB. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar