Cirebon — Pelayanan jemput bola administrasi kependudukan pada acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW bertema "Satu Hati di Al-Bahjah Buyut 1447 H" di LPD Al-Bahjah Buyut, Desa Buyut, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Sabtu (29/11/2025), berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Ditjen Dukcapil bersama tim Dinas Dukcapil Kabupaten Cirebon melayani para santri dan masyarakat sekitar dengan pencetakan dokumen kependudukan seperti KK, biodata, KIA, akta kelahiran, akta kematian, perekaman KTP-el bagi pemula, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Hingga Sabtu sore, pelayanan Adminduk Tim Dukcapil PRIMA Ditjen Dukcapil dan Dukcapil Kabupaten Cirebon berhasil melayani sebanyak 430 permohonan dokumen kependudukan. Rinciannya: cetak Kartu Keluarga 18 pemohon; cetak Biodata 2 pemohon; rekam biometrik KTP-el 18 pemohon; cetak KTP-el 152 pemohon; cetak Kartu Identitas Anak (KIA) 125 pemohon; cetak akta kelahiran 31 pemohon; cetak akta kematian 6 pemohon; serta aktivasi IKD 78 pemohon.
Pimpinan Ponpes Al Bahjah, Buya Yahya, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Dukcapil di tengah acara Maulid Akbar. “Kami sangat berterima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh Dukcapil. Kehadiran tim Dukcapil di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren, sangat membantu para santri dan warga sekitar untuk mendapatkan dokumen kependudukan dengan mudah. Semoga sinergi antara pemerintah dan masyarakat ini terus berlanjut demi kemaslahatan bersama,” kata Buya Yahya.
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Cirebon, Iman Supriadi, juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Ditjen Dukcapil dalam kegiatan ini. “Kami bersyukur bisa menghadirkan pelayanan langsung di tengah masyarakat. Kehadiran Dukcapil di acara keagamaan besar seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan Adminduk harus mendekatkan diri kepada warga. Dengan jemput bola, masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor, dokumen kependudukan bisa langsung selesai di lokasi,” ujar Iman.
Secara terpisah, Direktur PIAK Ditjen Dukcapil, Muhammad Nuh Al Azhar, menyampaikan bahwa pelayanan jemput bola merupakan strategi penting untuk mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan. “Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk para santri dan warga sekitar, memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. Selain dokumen fisik, kami juga mendorong aktivasi IKD agar masyarakat terbiasa menggunakan layanan digital yang lebih praktis dan aman,” jelas Nuh.
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi memberikan arahan umum agar pelayanan jemput bola terus digencarkan di berbagai kesempatan.
“Saya instruksikan seluruh jajaran Dukcapil di daerah untuk aktif turun ke lapangan, memanfaatkan momentum kegiatan sosial, budaya, maupun keagamaan sebagai sarana pelayanan Adminduk. Dukcapil harus hadir di tengah masyarakat, memberikan kemudahan, dan memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak atas dokumen kependudukannya. Dengan cara ini, kita wujudkan Dukcapil yang semakin dekat dan melayani dengan sepenuh hati,” tegas Teguh. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar