Sidoarjo - Kementerian Dalam Negeri sangat serius menyisir para pemilih baru yang belum melakukan rekam KTP-el menjelang Pilkada Serentak, sebentar lagi pada 27 November 2024.
Itu sebabnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bima Arya Sugiarto tak mau tinggal diam duduk di belakang meja. Melainkan terus bergerak menginspeksi—kalau perlu mendadak—ke berbagai kantor Dinas Dukcapil kabupaten/kota. "Kita harus serius mengejar target perekaman KTP-el bagi pemilih baru. Pasalnya 1,5 juta pemilih pemula yang belum melakukan perekaman KTP-el menjelang Pilkada Serentak 2024," kata Wamen Bima Arya kepada wartawan di Kulon Progo, Sabtu (9/11/2024) pekan lalu.
Pekan ini dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, Wamen Bima Arya tanpa direncanakan mendatangi Kantor Dinas Dukcapil Sidoarjo di Jl. Sultan Agung No. 23, Gajah Timur, Kecamatan Magersari, Selasa (12/11/2024).
Wamendagri Bima Arya mengaku ingin melihat keseharian layanan administrasi kependudukan di Dinas Dukcapil. "Tapi saya lihat di Kabupaten Sidoarjo ini luar biasa apalagi sudah memiliki Mal Pelayanan Publik, jadi pelayanan adminduk dipusatkan di sana, meskipun beberapa pelayanan di kantor Disdukcapil tetap dibuka," kata Wamen Bima Arya.
Selanjutnya, Wamen Bima Arya memuji langkah Disdukcapil Sidoarjo yang fokus melakukan layanan jemput bola perekaman KTP-el dan dokumen kependudukan lainnya hingga ke desa-desa.
Bahkan yang menarik, Dinas Dukcapil Sidoarjo telah menjalin kerja sama dengan Kompi Kavaleri 3 TNI AD Sidoarjo dan unsur Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta para kepala desa untuk mendata warga yang belum memiliki dokumen kependudukan atau belum merekam data biometrik KTP-el.
"Saya melihat ada kerja sama yang bagus sekali antara Disdukcapil Sidoarjo dengan TNI AD dan Babinsa serta kepala desa untuk pengurusan akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya. Bahkan tadi dicek ada penduduk yang usia 60 tahun belum punya akta lahir lalu dibuatkan akta lahir," tutur Bima Arya.
"Peran dari para Babinsa dan kades tentu untuk melakukan pemetaan, menjemput bola mendata warga agar para anak-anak usia 17 tahun bisa untuk memilih. Belum lagi pemilih marginal, dan pemilih disabilitas," sambungnya.
Strategi jemput bola ini bisa dilakukan di sekolah, panti asuhan, dan pondok pesantren. Sehingga ia meminta semua pihak harus proaktif.

Dengan terdatanya setiap warga negara yang sudah memiliki hak pilih. Diharapkan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 bisa tinggi dan meningkat. "Kita berharap angkanya bisa ditekan mendekati 1 juta sisanya, terutama di kota-kota besar. Kalau pemilih pemula di luar jangkauan mungkin sulit," ujarnya kepada awak media.
Meski pemilih pemula ini belum masuk DPT, Bima Arya menyebut mereka masih bisa memilih asal sudah memiliki KTP. "Bisa, kalau ada KTP bisa dibawa langsung ke TPS nanti. Walaupun belum masuk ke DP4 yang disampaikan pemerintah di bulan Mei lalu ke KPU, tapi bisa (memilih) asal sudah punya KTP-el atau sudah direkam data biometriknya," pungkasnya.
Secara terpisah, Plh. Dirjen Dukcapil Kemendagri Handayani Ningrum menyatakan, program jemput bola memang merupakan strategi Dukcapil untuk mempercepat cakupan perekaman KTP-el, termasuk di wilayah terpencil dan perbatasan.
Ia menyebut program itu akan terus berlanjut, terutama untuk kelompok marginal. "Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan semua warga negara, tanpa terkecuali, bisa terdaftar dan mendapatkan hak pilih mereka,” ujar Handayani.
Handayani mengatakan, Dukcapil juga berfokus pada peningkatan layanan untuk pemilih pemula. Mereka yang pertama kali akan ikut serta dalam Pilkada serentak 2024 sering kali belum memiliki dokumen kependudukan yang lengkap.
Dukcapil, menurut Handayani, akan jemput bola ke berbagai sekolah menengah maupun di tempat-tempat lain yang mudah diakses oleh anak muda untuk bisa melakukan perekaman KTP-el bagi mereka. “Kami menyasar pemilih pemula agar mereka bisa berpartisipasi dalam pemilihan pertama mereka, dan ini bagian dari edukasi demokrasi bagi generasi muda," kata Handayani Ningrum. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar