Jakarta - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen Dukcapil menggelar peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 dan Hari Ibu ke-96 dengan tema “Penguatan Fondasi Transformasi Dharma Wanita Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045”. Pada acara ini, DWP menunjukkan kepeduliannya melalui pembagian 81 paket sembako kepada sejumlah pihak dan juga dimeriahkan dengan lomba busana kebaya.
Sebanyak 81 paket sembako dibagikan kepada para cleaning service, pamdal, driver, pramubakti, anak yatim, guru TK Pertiwi binaan DWP Ditjen Dukcapil, serta marbot masjid. “Kegiatan ini adalah bentuk nyata kontribusi DWP dalam mendukung masyarakat sekitar, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan yang terus dipupuk dalam organisasi ini,” ujar Ibu Merry Hani Syopiar selaku Ketua Penyelenggara acara ini.
Acara juga dimeriahkan dengan lomba busana kebaya. Lomba ini tidak hanya menonjolkan keindahan budaya Indonesia, tetapi juga memberikan ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Ibu Ika Teguh Setyabudi, Ketua DWP Ditjen Dukcapil, menegaskan pentingnya peran DWP dalam mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. "DWP harus terus berupaya meningkatkan wawasan, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal mental dan kegigihan, yang sangat penting dalam mengasuh anak-anak kita, generasi penerus bangsa," ujarnya.
Dalam sambutannya, Ika Teguh juga memberikan apresiasi terhadap seluruh anggota DWP yang telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial. Ia menegaskan, DWP bukan hanya sekadar organisasi istri Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga mitra strategis dalam mendukung pembangunan nasional. "Di usia ke-25 ini, DWP Ditjen Dukcapil semakin solid dan siap untuk berkolaborasi lebih baik lagi dalam menghadapi tantangan zaman," tambahnya.
Salah satu agenda utama acara ini adalah pembagian sembako kepada pihak-pihak yang selama ini berperan di lingkungan Ditjen Dukcapil. "Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi mereka yang telah setia mendukung operasional kantor, dari cleaning service hingga guru TK Pertiwi. Ini adalah bentuk kepedulian DWP terhadap komunitas sekitar," kata Ibu Handayani Ningrum, Plh. Dirjen Dukcapil, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Peringatan Hari Ibu ke-96 juga menjadi momen penting dalam acara ini. Ika Teguh mengingatkan kembali tentang sejarah gerakan perempuan Indonesia yang dimulai sejak Kongres Perempuan I pada tahun 1928. "Hari Ibu bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengakuan terhadap peran perempuan dalam sejarah bangsa ini. Kita harus terus menguatkan diri, belajar, dan berjuang untuk Indonesia yang lebih baik," ujar Ika.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Selain pembagian sembako dan lomba busana kebaya, pertemuan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pertemuan rutin. Melalui acara ini, ikatan kekeluargaan antaranggota semakin erat, memperkuat soliditas DWP.
Tema besar “Penguatan Fondasi Transformasi Dharma Wanita Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045” menggema di seluruh rangkaian acara. Transformasi ini, seperti yang dijelaskan Ika Teguh, tidak hanya mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga pengembangan program-program yang relevan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Handayani Ningrum menambahkan, DWP berperan penting dalam mendukung kinerja ASN dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembangunan. “Perempuan berdaya, Indonesia maju. Melalui DWP, kita bisa berkontribusi lebih besar untuk kemajuan bangsa. Semangat ini harus terus kita bawa hingga tercapainya Indonesia Emas 2045,” tambah Handayani.
Dengan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat, peringatan HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan dan Hari Ibu ke-96 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar