Borong — Operasi tanggap bencana untuk memulihkan dokumen kependudukan warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan hasil. Di Kabupaten Manggarai Timur, tim gabungan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan Dinas Dukcapil setempat menyelesaikan 4.507 layanan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil selama empat hari pelayanan.
Pelayanan berlangsung sejak Senin (24/8/2026) hingga Kamis (27/8/2026). Rangkaian pelayanan tersebut ditutup dan dilaporkan pada Jumat (28/8/2026). Capaian Manggarai Timur ini bahkan melampaui jumlah dokumen yang sebelumnya diterbitkan tim Ditjen Dukcapil di tujuh kabupaten terdampak pada dua hari pertama operasi. Sebelumnya, hingga Selasa (25/8/2026) pukul 22.30 WITA, Ditjen Dukcapil mencatat 3.055 dokumen kependudukan telah diterbitkan.
Pelayanan di Manggarai Timur dilakukan dengan pola jemput bola. Tim gabungan mendatangi warga di lima titik posko pengungsian yang ada di Kabupaten Manggarai Timur, yaitu: Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas, Desa Lada Mese Kecamatan Sambi Rampas, Kelurahan Mano Kecamatan Lambaleda Selatan, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kelurahan Dampek, Kecamatan Lambaleda Utara yang dipimpin langsung oleh Zefanya Jocom, Katim Wil. III Dit. IDKD Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Dari 4.507 Layanan dokumen yang diselesaikan, penerbitan Kartu Keluarga menjadi layanan terbanyak. Jumlahnya mencapai 1.481 dokumen. Berikutnya, tim mencetak 981 KTP elektronik dan menerbitkan 561 akta kelahiran. Tim juga menangani 615 berkas biodata penduduk. Layanan ini mencakup penerbitan NIK, sinkronisasi, restorasi data, dan perubahan data. Selain itu, dilakukan perekaman KTP-el baru bagi 506 jiwa.
Sejumlah layanan administrasi lainnya juga diselesaikan. Terdiri atas surat keterangan pindah sebanyak 126 berkas, akta perkawinan 100 dokumen, dan pemisahan Kartu Keluarga 61 dokumen. Kemudian surat keterangan datang 22 berkas, aktivasi Identitas Kependudukan Digital 19 pemohon, akta kematian 17 dokumen, dan numpang Kartu Keluarga 17 dokumen. Terdapat pula satu berkas pembatalan surat keterangan pindah.
Di sela pelayanan adminduk, petugas lapangan membagikan bantuan logistik kepada warga. Bantuan berupa makanan, minuman, dan makanan ringan diberikan kepada pengungsi di setiap titik posko.

Tetap melayani di tengah gempa susulan
Manggarai Timur termasuk wilayah dengan dampak bencana yang cukup besar. Kabupaten itu memiliki populasi 297.967 jiwa. Dari jumlah tersebut, 31.372 jiwa mengungsi setelah gempa. Kerusakan juga terjadi pada 22.731 unit rumah. Bencana tersebut menyebabkan 634 warga mengalami luka atau sakit. Sebanyak 38 orang meninggal dunia.
Situasi lapangan juga belum sepenuhnya tenang ketika pelayanan berlangsung. Sedikitnya enam gempa susulan tercatat mengguncang wilayah tersebut pada 24, 25, dan 27 Agustus 2026. Magnitudo gempa susulan berkisar antara 3,8 hingga 5,2. Namun, rangkaian gempa susulan tersebut tidak sampai menghentikan pelayanan dokumen kependudukan. Tim tetap bekerja di titik-titik pelayanan yang telah ditentukan.
Bagi warga yang masih berada di pengungsian, keberadaan Tim Tanggap Bencana Dirjen Dukcapil di lokasi menjadi penting. Mereka tidak perlu meninggalkan tempat pengungsian untuk mengurus kembali dokumen yang hilang atau rusak akibat bencana.
Bagian dari operasi tanggap bencana NTT
Capaian Manggarai Timur menjadi bagian dari operasi tanggap darurat bencana gempa bumi NTT yang digelar Ditjen Dukcapil sejak 24 Agustus 2026. Dalam laporan yang dirilis pada 26 Agustus 2026, Ditjen Dukcapil mencatat sebanyak 3.055 dokumen kependudukan telah diterbitkan hingga Selasa (25/8/2026) pukul 22.30 WITA. Angka tersebut merupakan hasil pelayanan di tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi sebelumnya menegaskan, pemulihan dokumen kependudukan merupakan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak bencana. KTP elektronik dan Kartu Keluarga, misalnya, dibutuhkan warga untuk mengakses berbagai bantuan dan layanan pemerintah. Dokumen tersebut juga diperlukan dalam proses pemulihan kehidupan warga, mulai dari layanan kesehatan hingga rehabilitasi permukiman.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB berdampak luas di Nusa Tenggara Timur. Bencana tersebut tercatat menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia, 1.603 orang luka-luka, dan lebih dari 180.000 warga mengungsi di wilayah terdampak.

Peralatan dimanfaatkan daerah
Berakhirnya pelayanan lapangan di Manggarai Timur menjadi salah satu tonggak dalam operasi tanggap bencana Dukcapil di NTT. Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai Timur menyampaikan apresiasi atas dukungan personel dan perangkat operasional yang diberikan Kementerian Dalam Negeri dan Ditjen Dukcapil.
Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk hibah maupun pinjam pakai. Perangkat yang telah diterima akan terus dimanfaatkan oleh Dinas Dukcapil Manggarai Timur. Tujuannya untuk memperkuat kesiapsiagaan pelayanan administrasi kependudukan. Terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Tim Tanggap Bencana Ditjen Dukcapil dijadwalkan bertolak kembali ke Jakarta melalui Bandara Frans Sales Lega di Ruteng. Perjalanan ditempuh dengan rute transit melalui Kupang dan Surabaya. Namun, operasi pelayanan adminduk di NTT belum seluruhnya berakhir. Pelayanan jemput bola masih berlangsung di Kabupaten Sikka hingga pekan ini.
Dengan begitu, selesainya pelayanan di Manggarai Timur bukan menjadi akhir dari operasi Dukcapil di NTT. Di sejumlah wilayah lain, petugas masih terus bergerak. Mereka mendatangi warga, memulihkan dokumen yang hilang atau rusak, dan memastikan urusan identitas tidak ikut terhenti ketika bencana datang. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar