Amuntai — Di rawa-rawa Paminggir yang hanya bisa ditembus dengan perahu cepat, petugas Dukcapil Kalimantan Selatan hadir membawa harapan baru. Yakni, layanan administrasi kependudukan yang hadir langsung di Desa Paminggir dan Paminggir Seberang.
Program BAILANG PAKACIL (Bagawi Langsung Pelayanan Administrasi Kependudukan pada Wilayah Terpencil), menjadi bukti bahwa jarak dan geografis tak boleh menghalangi hak dasar warga untuk memiliki identitas resmi. "Inilah wujud nyata kehadiran negara hingga pelosok terpencil," kata Kepala Dinas Dukcapil Kalsel, Dewi Fuziarti saat dihubungi, Rabu (10/6/2026).
Tak kurang 13 petugas rela menempuh jalur air demi memastikan masyarakat di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HST), yang selama ini harus menempuh jarak jauh kini bisa merekam KTP-el, memperbarui KK, mengurus akta kelahiran, hingga mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital langsung di desa mereka.
"Layanan ini menegaskan bahwa warga di pelosok rawa memiliki hak yang sama dengan warga perkotaan. Mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten, menghemat biaya dan waktu," ujar Kadis Dewi Fuziarti.

Dewi menegaskan, jarak dan kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan dokumen kependudukan. "Karena itu kami bersinergi antara Dukcapil provinsi dan kabupaten HST memperkuat ekosistem pelayanan publik yang merata," imbuhnya.
Dari Jakarta, Direktur Dafdukcapil, Muhammad Farid, menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran Dukcapil Kalsel. Ia menyatakan, layanan jemput bola seperti ini adalah bukti komitmen pemerintah untuk memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki dokumen kependudukan yang sah.
“Kami bangga melihat semangat petugas yang rela menembus rawa demi memastikan hak identitas warga terpenuhi. Dokumen kependudukan bukan hanya administrasi, tetapi pintu masuk menuju layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial,” ujarnya.
Arahan umum datang dari Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, yang menggarisbawahi, pelayanan harus terus bergerak mendekat ke masyarakat. “Tidak ada alasan bagi warga negara untuk tidak tercatat. Dukcapil hadir di mana pun masyarakat berada, dari kota hingga pelosok, dari daratan hingga rawa. Aktivasi Identitas Kependudukan Digital harus dipercepat, dengan tetap menjaga keamanan data sesuai standar internasional,” tegasnya.
Program BAILANG PAKACIL bukan sekadar pelayanan jemput bola administrasi kependudukan, melainkan perjalanan keadilan. Dari rawa hingga kota, dari pelosok hingga pusat, layanan Dukcapil Kalsel memastikan setiap warga Banua tercatat, terlindungi, dan siap menyongsong era digital pelayanan publik. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar