Jakarta — Kepala Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Mashudi, menegaskan bahwa integrasi data kependudukan Dukcapil telah memberikan manfaat besar bagi tugas-tugas pengidentifikasian, yang dilakukan terutama oleh Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusinafis) Bareskrim Polri.
Hal itu disampaikannya pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Lembaga Pengguna Pusat, di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Rakornas dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkup Kemendagri serta sekitar 1.000 undangan dari kalangan lembaga pengguna data kependudukan yang berasal dari kementeian/lembaga serta privat sector.
Mashudi menyebut bahwa Bareskrim sudah memanfaatkan data kependudukan digital sejak jaman Tito Karnavian menjadi Kapolri pada tahun 2013. Sebelum terintegrasi dengan data Dukcapil, tugas Pusident yang memberi bantuan teknis penyelidikan mengidentifikasi korban kejahatan dan bantuan verifikasi terhadap tersangka, dan saksi serta korban bencana alam, korban kecelakaan maut menjadi sangat rumit. "Namun, kemudian setelah terintegrasi dengan data kependudukan Dukcapil, semakin mempercepat dan mempermudah proses identifikasi kepolisian secara nasional," kata Kapusident.
Ia menjelaskan, Pusinafis Polri bertugas menyelenggarakan identifikasi kepolisian mencakup daktiloskopi (sidik jari), fotografi kepolisian (forensik), dan pemrosesan data kriminal. Dengan adanya database kependudukan yang dikelola Dukcapil, proses pencocokan sidik jari maupun identifikasi visual dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
“Data kependudukan menjadi tulang punggung dalam mendukung penyidikan tindak pidana maupun pelayanan publik, seperti penerbitan SKCK atau identifikasi korban dan tersangka,” ujar Mashudi.
Manfaat Nyata bagi Penyidikan
Menurutnya, integrasi data Dukcapil juga memfasilitasi analisis bukti digital serta memperkuat pengelolaan database sidik jari nasional. 'Hal ini sangat membantu penyidik dalam mengungkap kasus-kasus kriminal, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang membutuhkan verifikasi identitas," kata Mashudi
Selain itu, Pusinafis Polri juga memanfaatkan data kependudukan untuk penyediaan pelatihan fungsi identifikasi, sehingga aparat kepolisian di berbagai daerah dapat bekerja dengan standar yang sama dan berbasis data yang valid.
Mashudi menutup testimoninya dengan apresiasi terhadap Dukcapil yang telah membuka ruang kolaborasi lintas lembaga. “Sinergi antara Dukcapil dan Polri adalah contoh nyata bagaimana data kependudukan dapat menjadi instrumen strategis dalam menjaga keamanan sekaligus melayani masyarakat,” tegasnya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar