Padang — Sekretaris Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Hani Syopiar Rustam, meninjau langsung posko tanggap darurat bencana di Masjid Al Hijrah, Kelurahan Koto Panjang Ikua, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (1/12/2025).
Kunjungan ini dilakukan bersama Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sumatera Barat, Besri Rahmat, menuju pos pelayanan yang dikelola Kadis Dukcapil Kota Padang, Teddy Antonius.
108 Dokumen Kependudukan Dipulihkan
Menurut Kadis Teddy, hingga Senin sore, tercatat sebanyak 108 dokumen kependudukan berhasil dipulihkan oleh petugas di posko bagi warga terdampak banjir dan galodo yang melanda kawasan tersebut. Rinciannya: Cetak KTP-el sebanyak 51 pemohon; Cetak Kartu Keluarga (KK): 33 pemohon; dan Cetak akta kelahiran: 24 pemohon.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar warga segera mendapatkan dokumen baru. Dengan adanya KTP-el, KK, dan akta kelahiran yang dipulihkan, masyarakat bisa lebih tenang menghadapi situasi sulit ini,” jelas Teddy.
Pelayanan ini pun menjadi bagian dari upaya cepat Dukcapil dalam memastikan hak identitas warga tetap terjamin meski dokumen mereka rusak atau hilang akibat bencana.
Dalam kesempatan itu, Sesditjen Hani menyampaikan bahwa kehadiran Dukcapil di posko bencana adalah bentuk nyata pelayanan negara kepada masyarakat. “Kami hadir bukan hanya untuk mencetak dokumen, tetapi juga untuk memastikan warga yang terdampak tetap memiliki kepastian identitas. Dokumen kependudukan adalah hak dasar, dan dalam situasi darurat seperti ini, negara tidak boleh absen,” ujar Hani.
Ia juga mengingatkan petugas agar tetap menjaga keselamatan dan kesehatan saat bertugas di lapangan. “Pelayanan harus cepat, tepat, namun tetap mengutamakan kewaspadaan. Jangan sampai ada warga yang kehilangan haknya karena dokumen tidak segera dipulihkan,” tambahnya.

Menyapa Warga Terdampak
Selain meninjau posko, Hani menyempatkan diri mengunjungi rumah-rumah penduduk yang terdampak luapan banjir lumpur setinggi dengkul orang dewasa, bahkan ada yang hanyut terbawa arus galodo di Sungai Batang Kandis.
Seorang tokoh masyarakat setempat, Syafril (55), menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Dukcapil. “Kami sangat terbantu dengan pelayanan ini. Banyak warga kehilangan dokumen penting, dan Dukcapil langsung turun tangan. Kehadiran pemerintah memberi kami semangat untuk bangkit kembali,” ungkapnya.
Kadis Dukcapil Sumbar, Besri Rahmat, menegaskan bahwa pelayanan darurat ini akan terus dilakukan hingga seluruh warga terdampak mendapatkan dokumen kependudukan yang sah. “Kami berkoordinasi dengan Dukcapil Kota Padang dan posko gabungan agar pelayanan berjalan lancar. Dukcapil hadir untuk masyarakat, terutama di saat sulit,” katanya.
Secara terpisah dari Jakarta, Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, memberikan apresiasi atas kerja cepat jajaran Dukcapil di Sumatera Barat. “Saya bangga melihat semangat jajaran Dukcapil yang langsung turun ke lapangan. Identitas kependudukan adalah pintu masuk bagi berbagai layanan publik, sehingga pemulihan dokumen pasca bencana menjadi prioritas utama,” tegas Teguh.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam berbagai kesempatan juga menekankan pentingnya kerja cepat Dukcapil dalam situasi darurat. “Dukcapil adalah garda terdepan dalam memastikan hak-hak dasar warga negara tetap terjamin. Saya mengapresiasi kerja cepat jajaran Dukcapil di Sumatera Barat yang menunjukkan bahwa negara hadir di tengah rakyat saat bencana,” ujar Mendagri. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar