Kupang - Calo, masalah klasik dalam pelayanan publik. Tapi, tidak halnya dengan jajaran Dukcapil. Calo jadi musuh nyata yang bisa menghambat hak-hak dasar penduduk untuk memiliki dokumen kependudukan secara mudah dan gratis.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Kupang, Agus Ririmasse, berjanji akan terus mengawal jajarannya agar memiliki semangat yang sama melayani masyarakat. Ia bahkan mengatakan, akan "membantai" semua calo yang bisa jadi memanfaatkan situasi dan kondisi masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan seperti halnya KTP-el.
Menyambut hal itu, Agus pun mengingatkan masyarakat agar mau mengurus bebagai dokumen secara mandiri. Tidak perlu dengan calo dan sebagainya, sebab calo adalah bagian dari korupsi terselubung.
“Itu korupsi terselubung dan akan kami bantai semua calo KTP-el sehingga masyarakat dapat terlayani,” tegas Agus.
Ia menyampaikan, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, menitipkan amanat untuk menuntaskan distribusi KTP-el kepada 40 ribu warga Kota Kupang hingga 31 Maret 2020.
Hingga saat ini pun, pihaknya telah bekerja keras melayani warga sehingga dari awal Januari 2020 hingga dibuatnya berita ini, total KTP-el yang telah didistribuskan adalah sebanyak 8 ribu lebih keeping.
Capaian tersebut tentu juga terbantu oleh tingginya antusiasme warga untuk mengurus KTP-elnya. Dilaporkan bahwa hamper setiap hari, kantor Dinas Dukcapil Kota Kupang diserbu warga. Agus bahkan telah mendirikan sebuah tenda di halaman kantor untuk mengurai antrian warga.
Tidak hanya itu, Agus Bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Richard Odja, bahkan sibuk membagi-bagikan makanan dan minuman ringan bagi warga yang sedang menungu antrian. Sesekali ia bercakap-cakap dengan warga untuk mengusir kejenuhan mereka dalam menunggu antrian.
“Mama mau datang urus apa Ma? Kami siap bantu,” ujarnya menyapa seorang Ibu yang sudah berusia lanjut, Senin (10/02/2020).
Ia mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukannya, khususnya KTP-el yang sangat penting untuk menjadi akses mendapatkan berbagai layanan publik lainnya.
“Ya, ini mereka datang sebagai bentuk perhatian saja. Kami tentu mengucap terima kasih untuk itu,” ujarnya.
Senada dengan Agus, Richard juga mengatakan sangat mengapresiasi kehendak warga yang tinggi untuk mendapatkan KTP-el. Ia pun mengingatkan amanah dari Wali Kota Kupang agar dapat melayani warga secara prima.
“Pak Agus (Kadis Dukcapil Kota Kupang) bias bagi sift agar pelayanan bias 24 jam. Ini harus jelas agar target 40 ribu KTP-el di akhir Maret bis terwujud,” tegasnya. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.