BSD City - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT Korpri) ke-48 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya upacara Korpri berlangsung di lapangan terbuka, namun kali ini digelar indoor tepatnya di Hall 6 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (29/11/2019).
Hall seluas 50 ribu meter persegi itu membiru lantaran dibanjiri lebih dari 12 ribu anggota Korpri berseragam Batik Biru. Mereka adalah para ASN yang berasal dari kementerian/lembaga, Pemprov DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang serta Kota Tangerang Selatan.
HUT Korpri kali ini pun berlangsung super duper megah meriah dengan panggung berukuran sekitar 100 x 25 meter dilengkapi tata cahaya dan tata suara berkapasitas lebih 100 ribu watt. HUT Korpri pun semakin mengesankan dan tak terlupakan sepanjang masa lantaran dimeriahkan lebih dari 800 penari berkostum warna warni melambangkan kebhinekaan Indonesia dengan iringan Paulus Surya Orkestra.
Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Prof. Zudan Arif Fakrulloh yang menggunakan seragam batik Korpri lengkap dengan kain batik hitam bahkan 'terbang' dengan menggunakan sling di atas panggung kemudian diturunkan di tengah pentas sebelum dan sesudah menyampaikan sambutannya. Benar-benar wow!
"Pada hari ini kita semuanya berbahagia serta bersyukur karena Korpri memasuki usia ke-48. Pada HUT kali ini Korpri sengaja mengambil model upacara yang berbeda dan didesain khusus untuk menyambut dimulainya pemerintahan baru Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin beserta Kabinet Indonesia Maju di mana ASN adalah penggerak birokrasi dan pemerintahan," kata Prof. Zudan mengawali sambutannya.
Tema HUT kali ini adalah 'Korpri Berkarya Melayani dan Menyatukan Bangsa'.
"Insya Allah pada hari ini dilakukan simbolisasi dalam acara apresiasi seni. Korpri ingin menyatukan dan merekatkan bangsa, Korpri menjadi penggerak perubahan. Melalui pentas seni kita menyaksikan Indonesia itu beraneka ragam, ibarat kumpulan bunga indah beraneka warna indahnya," kata Zudan yang juga dikenal sebagai Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri ini.
Zudan tak lupa mengajak segenap anggota Korpri mengevaluasi diri atau bermuhasabah apakah semua anggota sudah mampu mewujudkan Korpri yang profesional, anggotanya bersikap netral serta Korpri yang bisa mewujudkan kesejahteraan.
"Pendek kata, Korpri ingin menjadikan ASN profesional, netral dan sejahtera," kata Zudan sembari mengapresiasi dan mengajak hadirin menghormati salah satu sesepuh sekaligus pencetus tagline Korpri yang viral ini, yakni Muhammad Feisal Tamin, Ketum Korpri periode 1998-1999 yang hadir dalam kesempatan itu.
Birokrasi nasional, kata Zudan, tidak hanya untuk menyelenggarakan tugas adminitrasi, tetapi jauh lebih penting didesain untuk mewujudkan kesejahteraan dan membangun kebahagiaan masyarakat.
"Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden selaku Penasihat Nasional Korpri serta Pembina Korpri Bapak Mendagri Tito Karnavian bersama-sama Menteri PANRB Bapak Tjahjo Kumolo yang hari ini berkenan hadir," kata Zudan.
Prof. Zudan menyampaikan bahwa Presiden Jokowi memang tidak bisa hadir dalam peringatah HUT Korpri ke-48, namun Presiden menyiapkan rekaman video untuk menyapa lautan massa Korpri sepenuh ruangan hall 6 ICE BSD tersebut.
"Sebetulnya kita semua berharap Presiden Joko Widodo bisa hadir untuk berselfie dengan anggota Korpri sebagai mana tahun sebelumnya. Tetapi karena kesibukan beliau tidak bisa bersama kita," kata Zudan sembari menunjuk LED screen di panggung gambar Presiden Jokowi sedang bersefie bersama-sama anggota Korpri. Dukcapil***




Komentar
Komentar di nonaktifkan.