Padang — Sesditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Hani Syopiar Rustam, bersama Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN), Handayani Ningrum, melakukan peninjauan posko pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Guo, Lubuk Tempurung, Kelurahan Kuranji, Kota Padang, Jumat (12/12/2025).
Kedua pejabat tinggi Dukcapil pusat itu didampingi Kadis Dukcapil Provinsi Sumatera Barat, Besri Rahmad, dan disambut langsung oleh Kadis Dukcapil Kota Padang, Teddy Antonius.
Posko pelayanan adminduk yang berlokasi di warung makanan ringan milik warga setempat, Pak Mat, menjadi pusat layanan darurat bagi masyarakat yang kehilangan dokumen kependudukan akibat banjir bandang dari Sungai Batang Guo atau Batang Guguak.
Berdasarkan data pemerintah setempat, sebanyak 984 jiwa penduduk Kecamatan Kuranji terdampak banjir, dengan kerusakan meliputi rumah-rumah warga serta puluhan hektar sawah basah.

Peninjauan Lapangan
Usai meninjau posko, Sesditjen Hani bersama Direktur Handayani dan Kadis Teddy Antonius turun langsung ke rumah-rumah warga yang diterjang banjir. “Kami ingin memastikan bahwa pelayanan adminduk tetap hadir di tengah masyarakat, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun. Dukcapil tidak boleh absen ketika rakyat membutuhkan dokumen kependudukan untuk melanjutkan kehidupan mereka,” ujar Hani Syopiar Rustam.
Direktur IDKN, Handayani Ningrum, menambahkan bahwa kehadiran Dukcapil di lokasi bencana merupakan bentuk nyata pelayanan publik yang inklusif. “Data kependudukan adalah hak dasar warga negara. Kehilangan dokumen akibat bencana tidak boleh menghambat akses mereka terhadap layanan publik. Karena itu kami membawa langsung blanko KTP-el untuk mempercepat proses pencetakan ulang,” katanya.
Bantuan Blanko KTP-el
Dalam kesempatan tersebut, Sesditjen Hani menyerahkan bantuan 2 outer atau 4.000 keping blanko KTP-el dan 1 paket ribbon dan film untuk mendukung pelayanan darurat pencetakan KTP-el pengganti yang rusak atau hilang akibat banjir bandang. “Bantuan ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan agar warga yang kehilangan dokumen kependudukan bisa kembali memiliki identitas resmi,” jelas Hani.
Kadis Dukcapil Sumatera Barat, Besri Rahmad, menegaskan bahwa koordinasi antara pusat dan daerah berjalan baik. “Kami di daerah siap menindaklanjuti arahan pusat. Dukcapil Sumbar bersama Dukcapil Kota Padang akan memastikan pelayanan adminduk berjalan lancar di posko-posko darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Dukcapil Kota Padang, Teddy Antonius, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. “Sejak 1 hingga 12 Desember 2025, posko pelayanan adminduk telah melayani 400 dokumen bagi warga terdampak banjir, terdiri dari cetak ulang KTP-el sebanyak 206, cetak Kartu Keluarga 126, dan cetak Akta Kelahiran 68. Dengan tambahan blanko dari pusat, kami optimis pelayanan akan semakin cepat,” ungkapnya.
Usai peninjauan di Kuranji, Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam bersama Kadis Dukcapil Sumbar Besri Rahmad melanjutkan kunjungan ke posko bencana di Wali Nagari Seulayat Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kabupaten Padang Pariaman. Sementara Direktur IDKN Handayani Ningrum bertolak ke Kabupaten Solok untuk meninjau posko darurat bencana di wilayah kampung halamannya tersebut. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar