Padang — Sesditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Hani Syopiar Rustam, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Klinik Pratama Dahlia di Jl. S. Parman No.228, Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025) petang.
Sidak ini bertujuan meninjau langsung implementasi inovasi "NIK Sehat", hasil kerja sama Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan BPJS Kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, Sesditjen Hani didampingi Direktur IDKN Handayani Ningrum dan Ketua Tim Media Zainudin. Turut hadir dari BPJS Kesehatan, Deputi Direksi Bidang Kebijakan dan Data Kepesertaan, Gunadi; Kepala BPJS-Kes Cabang Padang, Meri Lestari; Asisten Deputi Kebijakan Kepesertaan, Ayatullah MFP; serta Asisten Deputi Data Peserta, Moeis Sanusi.
Ikut dalam rombongan Sesditjen yakni Kabag Perencanaan Setditjen Dukcapil, Jiwo Muhammad Satria Nusantara, dan Ketua Tim Media Setditjen Dukcapil, Zainudin.
Di lobi klinik, Sesditjen Hani menyempatkan diri berbincang dengan petugas reservasi klinik dan sejumlah pengunjung yang tengah berobat. Ia menanyakan pengalaman mereka dalam menggunakan NIK sebagai identitas tunggal untuk layanan kesehatan.
Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam menegaskan, pihaknya ingin memastikan bahwa NIK Sehat benar-benar memudahkan masyarakat. "Identitas tunggal berbasis NIK bukan hanya untuk administrasi kependudukan, tetapi juga menjadi kunci akses layanan kesehatan. Dengan integrasi ini, masyarakat tidak perlu lagi membawa banyak kartu, cukup NIK yang sudah terhubung dengan BPJS Kesehatan,” kata Sesditjen Hani.
Hani juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyosialisasikan Identitas Kependudukan Digital (IKD). “Kami mendorong masyarakat segera mengaktifkan IKD di ponsel masing-masing. Dengan IKD, semua dokumen kependudukan bisa diakses secara digital, termasuk untuk keperluan layanan kesehatan. IKD adalah masa depan pelayanan publik yang lebih cepat, aman, dan efisien,” ujarnya.

Direktur IDKN Handayani Ningrum menyatakan, integrasi antara data kependudukan Dukcapil berupa nomor induk kependudukan serta data kepesertaan JKN dalam NIK Sehat adalah bagian dari transformasi digital Dukcapil. "Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, khususnya di daerah, merasakan manfaat nyata dari inovasi ini. Klinik Pratama Dahlia menjadi contoh bagaimana pelayanan bisa lebih cepat dan akurat dengan NIK Sehat,” kata Direktur Ningrum seraya menambahkan, sosialisasi IKD juga penting agar masyarakat terbiasa menggunakan layanan digital yang terintegrasi.
Deputi Direksi Bidang Kebijakan dan Data Kepesertaan BPJS Kesehatan, Gunadi, menyampaikan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya NIK Sehat. "Validasi data peserta menjadi lebih sederhana, sehingga pelayanan di fasilitas kesehatan bisa lebih efisien. Kami berharap kerja sama ini terus diperluas ke seluruh Indonesia,” kata Gunadi.

Sejumlah pasien yang hadir turut memberikan kesan positif. Rina (35), warga Ulak Karang Utara menyatakan, “Saya hanya menyebutkan NIK, langsung terdaftar tanpa harus menunjukkan kartu BPJS. Prosesnya lebih cepat dan tidak ribet.”
Bapak Ahmad (52), pengunjung klinik mengatakan, dulu sering bingung kalau kartu BPJS tertinggal. "Sekarang cukup sebutkan NIK, semua data sudah muncul. Sangat membantu,” katanya.
Petugas reservasi klinik, Siti (28) yang juga seorang ibu muda mengatakan, pelayanan reservasi di klinik jadi lebih lancar. "Pasien yang datang bisa segera ditangani dokter tanpa harus menunggu lama di bagian administrasi.”
Sidak ini menjadi bukti komitmen Ditjen Dukcapil dan BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan publik yang inklusif, efisien, dan berbasis digital. Dengan NIK Sehat dan dukungan IKD, masyarakat semakin dimudahkan dalam mengakses layanan kesehatan, sekaligus memperkuat integrasi data kependudukan dan jaminan sosial. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar