Makassar - Kadis Dukcapil Provinsi Sulawesi Selatan Sukarniaty Kondolele mengaku sangat senang bisa bertatap muka dengan Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi.
Menurutnya kesempatan ini sangat berharga bagi 22 Kadis Dukcapil yang hadir dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. "Ini rejeki 'Bapak soleh' dan 'Ibu soleha' bertemu Dirjen Dukcapil Pak Teguh Setyabudi. Tadinya kami yang ingin berkunjung menghadap Pak Dirjen di Jakarta, sekarang justru Bapak yang menyambangi kami. Alhamdulillah," pengantar Kadis Sulsel Sukarniaty dalam acara Rakor Disdukcapil se-provinsi berjuluk negeri Anging Mamiri ini di sebuah rumah makan tepi Pantai Losari Makassar, Jumat (28/4/2023).
Sukarniaty Kondolele mengklaim, Provinsi Sulsel sudah masuk di level 4 untuk cakupan target nasional bidang adminduk sejak Juli 2022. "Semua dari 10 indikator kinerja yang ditetapkan sudah melampaui target nasional. Namun demikian masih ada Disdukcapil kabupaten/kota di Sulsel yang masih di kategori Level 3. Kami akan terus menggenjot kinerja agar mencapai atau mampu melewati target nasional untuk perekaman KTP-el, aktivasi IKD, cakupan akta lahir, KIA, akta kematian dan
kkta perkawinan," tutur Kadis Sulsel.
Untuk mengakselerasi penerapan identitas kependudukan digital atau IKD, pihaknya mencanangkan Gerakan Bersama Aktivasi IKD dengan OPD terdekat. Khusus di Kota Makassar percepatan IKD dilakukan melalui Dukcapil Goes to Campus di Universitas Hasanuddin dan berbagai kampus besar lainnya di sekitar Makassar," pungkas Kadis Sukarniaty.
Kehadiran Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dalam rakor tersebut didampingi Direktur Pencatatan Sipil Handayani Ningrum. Dirjen Teguh mengaku bersyukur dan berbahagia bisa hadir di Sulsel. Kunker di negeri 'Anging Mamiri' merupakan provinsi ke-5 yang dikunjungi selama sebulan efektif dirinya menjadi Dirjen Dukcapil, yaitu Jateng, Jabar, Malut, DIY dan sekarang Sulsel.
"Saya memang sambil menyelam minum air, sekali dayung 2-3 pulau terlampaui. Di Provinsi Jabar dan DIY saya mewakili Pak Mendagri untuk Musrenbang. Seperti sekarang kami diundang untuk menghadiri Hari Otda tanggal 29 April, sayang kalo saya tidak manfaatkan untuk mengunjungi teman-teman semua. Sebab ini tugas utama saya," kata Dirjen Teguh.
Teguh mengaku harus gerak cepat dan langsung menyelami tugas-tugas kedukcapilan. "Pak Menteri selalu bilang Pak Teguh itu pejabat baru di Dukcapil, tetapi itu stok lama. Sebagai eselon 1 saya sudah lebih 8 tahun yakni 7 tahun sebagai Kepala BPSDM dan setahun lebih sebahai Dirjen Bangda. Sementara masa tugas saya di Kemendagri sudah lebih 30 tahun."

Teguh pun pernah memimpin daerah sebagai Pj Gubernur di Sultra dan Kaltara. "Jadi saya sangat mengapresiasi kerja-kerja teman-teman pemda, apalagi Dukcapil yang sudah luar biasa. Ditjen Dukcapil tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus berkolaborasi dengan tangan-tangan Dukcapil di tongkat provinsi dan kabupaten/kota," kata dia.
Teguh pun mengajak para Kadis Dukcapil di sekujur Sulsel untuk tidak sungkan mengontak dirinya kapan saja. "Saya pertama kali punya hape dua, ya di Dukcapil. Bayangkan grup daerah saja ada 38 grup, serta sekitar 10 WA grup Ditjen Dukcapil. Kapan saja Ibu Bapak mau berkomunikasi dengan saya silakan," demikian Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian berharap pencapaian 10 indikator kinerja Dukcapil menjadi bagian dari reformasi pelayanan publik untuk menghadirkan pelayanan yang simpel dan tidak berbelit-belit.
Dengan begitu, masyarakat akan mendapatkan kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan, dan kenyamanan dalam mengakses layanan.
"Nilai pentingnya adalah mempermudah masyarakat bahwa negara itu hadir, pelayanan mereka mudah, klir, kemudian transparan, dan keterbukaan," ucap Mendagri Tito. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.