Jakarta - Tak banyak yang bisa dibuat dengan sebatang lidi. Tetapi ketika berbatang-batang lidi berkolaborasi satu sama lain maka terciptalah kekuatan batang lidi yang menyatu membentuk sapu yang mampu menyapu halaman.
Kolaborasi dan sinergitas adalah kunci Indonesia Maju. Itu sebabnya Kementerian Dalam Negeri dari pagi sampai malam menggelar Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Rakornas Forkompinda) di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Rabu (13/11/2019).
Rakornas Forkompinda yang bertujuan mengevaluasi program Kabinet Indonesia Maju ini dibuka Presiden RI Joko Widodo pagi hari, serta ditutup malam hari yang sama oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.
Para menteri anggota Kabinet Indonesia Maju berlomba memaparkan program kerjanya di hadapan ribuan jajaran forkompinda yang terdiri kepala daerah yakni gubernur, bupati, walikota serta para Panglima Daerah Militer (Pangdam), Komandan Kodim. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Kapolres, Ketua Kejaksaan Tinggi, dan Ketua Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia.
Pemaparan program kerja dibagi dalam tujuh sesi diskusi panel yang dimoderatori pejabat eselon satu Kementerian Dalam Negeri.
Dalam panel diskusi ketujuh bertema Transformasi Ekonomi II, Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh memimpin diskusi yang menghadirkan narasumber Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diwakili Sekjen KKP Nilanto Perbowo.
Menurut Zudan sebagai moderator, dalam tim ternyata tidak cukup hanya dengan menyelaraskan tindakan, tetapi juga perlu penyelarasan pemikiran. Untuk itu dirinya menyilakan para narasumber menyampaikan pokok pemikiran masing-masing tidak lebih dari 7 menit. Sebab waktu yang tersedia hanya 30 menit saja, sebelum wapres menutup rakornas.
Dalam paparannya Menparekraf Wishnutama menjelaskan program kerjanya meningkatkan daya saing pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Tugas kami membuat masyarakat khususnya anak muda Indonesia mampu menguatkan daya saing di bidang parisata dan ekonomi kreatif misalnya di bidang fashion, animasi dan lainnya," kata Wishnutama.
Tantangan saat ini, kata dia, ekonomi kreatif lebih terasa di kota-kota besar dan belum merambah sampai ke kota kecil atau pedesaan. Begitu pun akses permodalan harus bisa dinikmati anak muda sampai ke desa.
Tantangan di bidang pariwisata, menurutnya adalah menggenjot pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata serta sumber daya manusia di lima Destinasi Super Prioritas yang sedang digarap pemerintah.
Menparekraf Wishnutama dan wakilnya, Angela Tanoesoedibjo, akan segera mendatangi kelimanya, yaitu Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika, Borobudur, dan Likupang.
"Kita sudah melihat progress dan infrastruktur, tapi kami harus ke sana untuk memastikan apa yang dibutuhkan dan apa tantangannya," kata Wishnutama.
Wishnutama menginginkan agar sektor yang menyumbang devisa terbesar kedua di APBN ini semakin bisa dirasakan masyarakat. "Banyak daerah yang harus di-support potensi wisatanya. Sekarang pariwisata menyumbang devisa nomor 2, kita harapkan bisa menjadi nomor satu," tutup Wishnu.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengutarakan program kementeriannya agar sektor energi bisa menumbuhkan industri besar dan kecil di daerah. Pihaknya akan fokus mengembangkan energi terbarukan karena selain energinya bersih mendukung kesehatan juga mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yakni minyak bumi.
Di bawah Arifin Tasrif Kementerian ESDM akan melengkapkan transmisi listrik dan gas di daerah sehingga bisa dimanfaatkan antara lain untuk mendukung pariwisata
Di bidang Sumber Daya Mineral, Arifin masih menetapkan jatah kuota untuk pasar domestik batu bara atau Domestic Market Obligation (DMO) masih sama dengan tahun lalu, yakni di kisaran 20-25 persen.
Selanjutnya Menteri KLH Siti Nurbaya mengungkapkan sektor kehutanan dan lingkungan sangat banyak bersentuhan dengan daerah. Dirinya yang masih dipercaya mengurus sektor KLH di periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, secara umum akan fokus berpihak kepada masyarakat.
"KLH akan tetap mendorong meningkatkan investasi sektor kehutanan agar menyerap tenaga kerja. Selain itu kami mendukung pusat pertumbuhan daerah demi mengatasi kesenjangan dan kualitas SDM, serta membangun lingkungan yang berketahanan terhadap bencana," kata Menteri Siti Nurbaya.
Giliran sampai ke Sekjen KKP Nilanto Perbowo yang menyampaikan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan.
Menurut Nilanto, KKP siap melaksanakan 5 program utama sebagai prioritas Presiden Jokowi. Untuk itu program kerja KKP diarahkan pada peningkatan SDM; pemberdayaan dan perlindungan usaha; pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP); peningkatan pengawasan SDKP; industrialisasi kelautan dan perikanan; peningkatan usaha dan investasi; penguatan kebijakan dan regulasi berbasis data, informasi, pengetahuan faktual, dan komunikasi dengan pemangku kepentigan; dan reformasi birokrasi.
Terkait infrastruktur perikanan Nilanto menyampaikan KKP akan membangun fasilitas pelabuhan ikan dan prasarana tambak, sentra kelautan dan perikanan terpadu, sistem rantai dingin, pasar ikan modern, kampung nelayan maju dengan kuliner kreatif, rehabilitasi kawasan pesisir serta prasarana pertambakan garam rakyat.
Pihaknya meminta dukungan Forkompinda menyelesaikan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau terkecil, pengajaran gerakan masyarakat sehat, menciptakan iklim usaha kondusif serta penjabaran tujuan pembangunan berkelanjutan terkait sektor KKP dalam RPJMD.
Moderator panel Zudan Arif Fakrulloh saat menutup sesi terakhir rangkaian diskusi rakornas ini berharap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, ESDM, KLH, dan KKP dapat saling bersinergi mewujudkan Indonesia Maju. "Jalan-jalan bersama Aura Kasih, cukup sekian terima kasih," pungkasnya melontarkan pantun jenaka. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.