Jakarta - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri kembali menunjukkan komitmen menciptakan aparatur unggul dan berintegritas melalui kegiatan Pembinaan Etos Kerja Aparatur Ditjen Dukcapil. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 28 hingga 30 November 2024, di Hotel Grand Orchardz, Kemayoran, ini diikuti oleh 50 pegawai dari berbagai unit eselon II.
Pembinaan kali ini menitikberatkan pada pentingnya kesehatan mental dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional, yang menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan pelayanan publik yang prima.
Dalam suasana yang penuh motivasi, Plh. Dirjen Dukcapil, Handayani Ningrum, memberikan sambutan yang memacu semangat. "Etos kerja adalah fondasi dari pelayanan publik yang baik. Kita butuh lebih dari sekadar kemampuan teknis, kita butuh kesehatan mental yang terjaga dan keseimbangan hidup yang baik," tegasnya.
Menurutnya, pegawai dengan etos kerja yang kuat tidak hanya memberikan hasil yang optimal, tetapi juga mampu menjaga harmoni antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Dalam era modern ini, menjaga kesehatan mental menjadi semakin penting. Tidak mengherankan jika salah satu topik utama dalam pembinaan kali ini adalah “Managing My Inner: Sehat Mental Itu Penting”. Para peserta diajak untuk mengeksplorasi cara-cara menjaga kesehatan mental di tengah beban kerja yang berat. “Dengan mental yang sehat, kita bisa lebih produktif dan melayani masyarakat dengan hati yang tenang,” ujar salah satu peserta setelah sesi tersebut.
Tak hanya itu, materi seperti “Workload Management: Kerja Cerdas agar Sehat Secara Utuh” juga mendapat perhatian besar. Para aparatur Ditjen Dukcapil dilatih untuk cerdas dalam mengelola beban kerja agar tidak merusak keseimbangan hidup mereka. Keseimbangan ini, yang sering disebut dengan istilah work-life balance, menjadi kunci untuk menjaga kinerja pegawai tetap prima tanpa mengorbankan kesehatan fisik dan mental.
Di samping itu, Handayani Ningrum juga mengingatkan pentingnya integritas dan disiplin. “Etos kerja yang baik bukan hanya tentang seberapa cepat kita menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang seberapa jujur, disiplin, dan tepat waktu kita dalam melaksanakan tanggung jawab,” tambahnya.
Pembinaan kali ini juga tak lepas dari pentingnya manajemen keuangan pribadi. “Financial Management: Work-Life Balance” menjadi salah satu topik yang dibahas. Peserta diajak untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka, demi menjaga keseimbangan hidup yang lebih baik.
Tidak hanya Plh. Dirjen Dukcapil, Sekretaris Ditjen Dukcapil, Hani Syopiar Rustam, turut menyampaikan pandangannya. “Pembinaan etos kerja ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan harmonis. Keseimbangan antara kinerja dan kesehatan mental harus terus dijaga,” kata Hani.

Baginya, kesejahteraan mental pegawai memiliki dampak langsung pada kualitas pelayanan publik yang diberikan. “Jika pegawai kita sehat secara mental, maka pelayanan publik pun akan lebih berkualitas,” tambahnya.
Sesditjen Hani juga menyampaikan sejumlah keyword, antara lain bekerja di Ditjen Dukcapil adalah takdir dan amanah dari Allah SWT. "Allah takdirkan kita semua bekerja di Ditjen Dukcapil karena itu bekerjalah dengan paripurna mengabdi kepada bangsa dan negara serta ujungnya kita bekerja untuk melayani masyarakat."
Terlebih lagi, sambung Sesditjen, di era industri 4.0 yang dibutuhkan bukan kerja-kerja individu melainkan secara teamwork. "Jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain karena tanpa kerja sama dalam tim capaian organisasi tidak akan optimal," tandas Hani.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, termasuk psikolog Hayinah Ipawati dan fisioterapis Novi Dwi Jayanti, yang memberikan perspektif tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental di tempat kerja. “Pegawai yang mampu menjaga keseimbangan ini akan lebih produktif dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi institusinya,” kata Hayinah.
Menutup kegiatan pembinaan ini, Handayani Ningrum kembali menekankan pentingnya mengimplementasikan materi yang telah disampaikan dalam kehidupan kerja sehari-hari. “Gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas kerja. Dengan etos kerja yang kuat, dan semangat tinggi, kita pasti bisa mewujudkan pelayanan Dukcapil yang prima,” tutup Handayani di hadapan seluruh peserta.
Pembinaan Etos Kerja Aparatur ini menjadi bukti bahwa Ditjen Dukcapil berkomitmen membangun pegawai yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga sehat secara mental dan fisik. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar