Jakarta - Kaum Muda atau milenials merasa senang dengan inovasi Siaga Urusan Penting Dokumen Kependudukan Melalui Aplikasi Sampai Selesai (SAGARURUNG KELI SALAI) milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), dan inovasi Sarana Efektif Wadahi Urusan Administrasi Kependudukan yang Tertib dan Inovatif (SEWUATI) milik Disdukcapil Kabupaten Pringsewu.
Menurut Dede, salah satu warga milenial Kabupaten Pali, inovasi SAGARURUNG KELI SALAI sangat memudahkan akses administrasi kependudukan masyarakat. Apalagi, optimalisasi layanan berbasis whatsapp yang dikembangkan menjadi aplikasi tersebut terus dikampanyekan melalui sosialisasi sekolah administrasi kependudukan bagi milenials setempat.
“Sekolah Adminduk (Administrasi Kependudukan) ini bagus sekali, kami jadi bisa membantu banyak orang dalam mengrurus dokumen,” ujar Dede dalam suatu video yang ditayangkan program Ngopi Bareng Dukcapil, TV Desa, Jumat (09/04/2021).
Terkait penamaan inovasi SAGARURUNG KELI SALAI itu sendiri, Kepala Disdukcapil Kabupaten Pali, Risma, menjelaskan bahwa nama tersebut terinspirasi nama makanan khas Kabupaten Pali. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat sangat familiar dan membahagiakan masyarakat setempat.
“Ketika dokumen yang dimohonkan secara online itu sudah selesai, pengantarannya kami tindak lanjuti melalui petugas kami di kecamatan untuk langsung mengantarkannya ke rumah warga,” ujar Risma menambahkan keterangan.
Di kesempatan yang sama, Kepala Disdukcapil Kabupaten Pringsewu, Nazri, menjelaskan inovasi SEWUATI pada hakikatnya adalah pelayanan berbasis website yang dapat diakses masyarakat Pringsewu secara gratis.
“Untuk pengantarannya kami bekerja sama dengan PT Grab Indonesia sehingga penduduk hanya tinggal menunggu saja di rumah,” ujar Nazri.
Terkait dua inovasi tersebut, Direktur Pencatatan Sipil, Handayani Ningrum, mewakili Dirjen Dukcapil Kemendagri, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, inovasi-inovasi tersebut memiliki dua kelebihan.
“Pertama, inovasi tersebut sangat memudahkan masyarakat karena tinggal menunggu di rumah. Kedua, ada usaha-usaha sosialisasi melalui milenials sehingga pesannya dapat sampai ke masyarakat,” puji Ningrum. ***Dukcapil
Komentar
Komentar di nonaktifkan.