Jakarta - Di usia jelang setengah abad, Korpri makin dikenal eksistensinya. Korpri pun menjadi bagian tak terpisahkan dari aset dalam sistem kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, Korpri sebagai birokrasi yang tak lain aparatur sipil negara (ASN) menjadi bagian penting dari suatu sistem pemerintahan.
"Pemerintahan diawaki oleh birokrasi yaitu para ASN yang bergabung dalam suatu korps, yakni Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Maka Korpri adalah tulang punggung administrasi pemerintahan yang ikut menentukan arah perjalanan bangsa Indonesia ke depan," kata Mendagri Tito dalam sambutannya pada Peringatan Puncak HUT Korpri ke-49 dengan Doa Bersama Untuk Bangsa, di kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Minggu (29/11/2020).
Mengingat peran penting ini, Mendagri berharap Korpri benar-benar mampu menunjukkan prestasi kinerja dan dedikasinya dengan profesionalisme yang optimal.
"Korpri berperan menciptakan clear governance dan clean government. Pemerintah yang jelas, pemerintahan yang baik, dan pemerintahan yang bersih terutama dari korupsi, kolusi dan nepotisme," tandas Mendagri Tito.
Menurut Tito pula, dengan jumlah anggota 4,2 juta ASN Korpri merupakan organisasi yang besar, malah lebih besar dari penduduk negara kecil di Kepulauan Pasifik.
"Populasi yang besar ini menjadi tantangan tersendiri untuk mengubah mindset, mentalitas dan meningkatkan kompetensi agar makin profesional dengan membuat sistem yang baik. Ini tantangan yang tidak mudah dan memerlukan komitmen dari segenap unsur Korpri dan seluruh individu ASN, termasuk adanya program-program yang terarah untuk meningkatkan kapabilitas, mentalitas, profesionalitas, moralitas serta sistem yang baik," tutur Mendagri.
Dalam rangka HUT ke-49, Mendagri pun meminta Korpri berintrospeksi mengintip segenap kelebihan dan kekurangannya dan berusaha maksimal untuk memperbaiki kualitas ASN Korpri menjadi semakin baik.
"Semua elemen pemerintah termasuk Korpri hanya bisa survive dan dihormati oleh rakyat kalau mendapat dukungan dari rakyat (public legitimacy) dan mendapatkan restu dari rakyat (public consent). Hanya dengan begitu di era demokrasi ini Korpri bisa bertahan dan dipercaya," kata Mendagri.
Di tengah pandemi Covid-19, Menteri Tito meminta Korpri agar mampu menjadi role model atau teladan untuk menangani, mencegah dan memitigasi pandemi Covid 19 agar dapat terkendali.
"ASN Korpri saya minta menjadi contoh bagi keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat untuk menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menghindari kerumunan yang berpotensi menjadi penularan. Lingkungan kerja harus juga di-safety sedemikan rupa untuk melindungan para ASN agar tidak tertular dalam kluster perkantoran," kata Mendagri Tito Karnavian.
Mendagri tak lupa mendoakan pada HUT yang ke-49, Korpri dapat berkiprah lebih baik, lebih maju profesional.
"Saya minta Korpri dapat mengubah mindset melaksanakan revolusi mental, serta menjadi agen pemerintahan menuju pemerintahan yang baik, aparat yang bersih sehingga negara kita bisa melompat menjadi negara maju," demikian arahan Mendagri HM. Tito Karnavian. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.