Masyarakat merasa senang program jemput bola melalui inovasi Kampung Tersipu (Tertib Tuntas Administrasi Kependudukan) milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Tamiang, dan motto Anda Senang Kami Puas milik Disdukcapil Kabupaten Polewali Mandar membuat akses administrasi kependudukan (Adminduk) sampai hingga ke kampong-kampung.
Dalam tayangan video yang ditampilkan di acara Ngopi Bareng Dukcapil, TV Desa, pagi ini Jumat (26/03/2021), salah satu warga Kampung Baling Karang, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, bernama Heriono nampak bahagia dengan layanan Kampung Tersipu yang hadir di daerahnya.
“Sangat senang dengan kehadiran program Kamung Tersipu untuk membuat dokumen kependudukan. Saya mengucapkan terimakasih kepada Dukcapil. Dukcapil best of the best!,” puji Heriono.
Disampaikan Kepala Disdukcapil Aceh Tamiang, Sepriyanto, inovasi Kampung Tersipu ini pada dasarnya untuk mengakali kendala geografis berupa jauhnya jarak dan mahalnya transportasi warga kampung ke pusat pelayanan yang dalam hal ini adalah Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang.
“Jarak terjauh antara desa dengan pusat pemerintahan ada yang mencapai 60 km, dan biaya transportasinya juga ada yang sampai 200 ribu sekali jalan,” ujar Sepriyanto.
Yang menjadi unik dari Kampung Tersipu dari program jemput bola lainnya, lanjut Sepriyanto, yaitu bahwa invoasi tersebut tidak hanya memindahkan pelayanan, tapi juga sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah desa yang dalam terminologi Pemerintah Daerah Aceh Tamiang disebut pemerintah kampung.
“Kita mendorong strategi kolaborasi karena kita mengejar target 100 persen setiap jemput bolanya. Oleh karena itu, perangkat desa mempunyai visi dan misi yang sama untuk menuntaskan adminduk, termasuk sosialisasi dan asistensi masyarakt untuk melengkapi persyaratan pengurusan dokumen,” tambah Sepriyanto.
Sementara itu, di Kabupaten Polewali Mandar, program serupa dilakukan oleh Disdukcapil setempat. Disampaikan Kepala Disdukcapil Polewali Mandar, Nasir Adam, pihaknya memang juga bermaksud mengakali kendala jarak di tengah kondisi melek teknologi masyarakat yang juga rendah sehingga tidak optimal mengakses layanan online.
“Polewali Mandar ini memang medannya luar biasa. Bahkan ada satu wilayah dimana kami harus melewati satu sungai menggunaka kendaraan roda dua karena memang roda empat tidak bisa lewat,” tuturnya menjelaskan kondisi di lapangan.
Terkait dua invoasi tersebut, Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri), Akhmad Sudirman Tavipiyono, mewakili Dirjen Dukcapil menyampaikan apresiasinya.
“Keduanya (inovasi di atas) ini adalah salah satu model yang dapat ditiru bagi daerah-daerah yang kondisi masyarakatnya agak remote. Ini inovasi yang bagus sekali,” ujar Tavip.
Komentar
Komentar di nonaktifkan.