Jakarta - Korps Dukcapil Kemendagri bertekad memperbaiki langkah kerja, mengubah diri memberikan pelayanan yang lebih baik. Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh memberikan sejumlah argumen kuat, mengapa Dukcapil harus melakukan itu.
Tugas dan fungsi Dukcapil adalah menerbitkan dokumen kependudukan. Dengan menerbitkan dokumen kependudukan berarti sekadar menyajikan produk Dukcapil bagi masyarakat.
Menurut Prof. Zudan, visi besar Ditjen Dukcapil adalah menciptakan tertib administrasi kependudukan sebagai hasil akhir (outcome).
Di atas outcome ada benefit atau keuntungan. Kalau semua dokumen dibuat cepat selesai, data adminduk masyarakat tertib, maka manfaatnya bisa dirasakan bersama: Dukcapil memiliki reputasi baik, dan masyarakat pun tersenyum bahagia.
"Semangat tertinggi kita kalau sudah membuat masyarakat tersenyum bahagia. Itulah puncak layanan publik," ujarnya.
Zudan pun menambahkan bahwa itulah maksud mengapa negara ini didirikan. Tujuan NKRI adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi segenap bangsa, ikut serta dalam pergaulan dunia.
"Itulah tujuan bernegara dalam konsep welfare state, negara kesejahteraan, negara yang ingin mewujudkan masyarakatnya bahagia. Maka layanan publiknya harus yang membahagiakan masyarakat. Kuncinya adalah kecepatan," tutur Prof Zudan memberikan bimbingan.
Contoh suksesnya adalah mengapa layanan 'Grabfood' atau 'GoFood' itu laris? Jawabnya karena cepat. Aplikasi dimainkan sangat cepat, jaringan luas dan menggunakan perangkat teknologi.
Jadi, kata Prof Zudan menekankan, kalau Dukcapil ingin membahagiakan masyarakat, maka yang harus kita ubah pertama kali adalah hati, pikiran, baru setelah itu 'standard operating procedure' (SOP). "Tanpa kemauan berubah, nothing, kita tak akan bisa apa-apa."
"Kalau masyarakat sudah berbahagia, Dukcapil juga bahagia karena cercaan berkurang. Itulah yang akan membangun branding, membangun merek, dan membangun reputasi baik bagi Dukcapil," tuturnya pula.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Korpri Nasional ini sebetulnya menginginkan, saat orang bertanya layanan dinas yang paling bagus dan menyenangkan itu ada di mana, "Saya ingin jawabnya: Dinas Dukcapil," tandasnya.
Reputasi bisa dibangun dan diciptakan. Sebab setiap orang membawa branding-nya masing-masing. "Kalau kita bisa membangun layanan Dukcapil yang membuat masyarakat tersenyum bahagia, di situlah kita membangun reputasi," ujarnya.
Syukur Alhamdulillah, integritas data kependudukan yang dikelola Dukcapil semakin memperoleh kepercayaan masyarakat. Saat ini sudah 1.170 lembaga yang bekerja sama dengan Dukcapil memanfaatkan data kependudukan untuk layanan publik. Dukcapil ***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.