Leuwiliang - Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki peran yang konstruktif dalam pembangunan. Peran inilah yang dijalankan DWP Unit Ditjen Dukcapil Kemendagri di Desa Binaan di Cibeber Dua, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/12/2022).
Di desa di kaki Gunung Salak itu DWP Ditjen Dukcapil melakukan kunjungan kerja (Kunker) dan memberikan bantuan sosial serta pembinaan masyarakat.
Menurut Ketua DWP Ditjen Dukcapil Ninuk Triyanti Zudan, Kunker dilakukan untuk memperingati HUT DWP ke-23 sekaligus Hari Ibu ke-94.
"DWP ikut berperan meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat, sesuai dengan dengan program kerja kami di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya," kata Ninuk.

Dengan Kunker ke Desa Cibeber, DWP sekaligus membuktikan kepeduliannya dalam memenuhi harapan masyarakat. Antara lain dengan memberikan penguatan dan bantuan sarana dan prasarana kepada PAUD Binaputra III.
"PAUD menjadi fokus utama kami karena sangat berperan strategis untuk mencetak generasi emas bangsa. Sebab untuk membangun generasi penerus yang handal ini dimulai dari PAUD," kata Ninuk.
DWP Ditjen Dukcapil juga memberikan bantuan makanan bergizi pada Posyandu Binaputra II dalam upaya untuk pencegahan stunting pada anak-anak balita. Kepada para lansia di Desa Cibeber, DWP tak lupa memberikan perhatian dan bantuan kepada Pos Pelayanan Lansia Terpadu (Poslindu).
Untuk membangun ketahanan pangan rumah tangga, DWP Dukcapil juga memberikan bantuan berupa bibit tanaman produktif, penanaman pohon, serta pelatihan home industri di desa penghasil durian, dan manggis kualitas ekspor ini.
.jpeg)
Tidak cukup sampai di situ. Ditjen Dukcapil Kemendagri bersama Dinas Dukcapil Kabupaten Bogor membuka layanan jemput bola administrasi kependudukan untuk melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan dokumen kependudukan seperti perekaman dan cetak KTP-el, registrasi KTP Digital, pencetakan Kartu Keluarga, KIA, akta kelahiran, akta kematian dan dokumen lainnya.
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam arahannya sangat mendukung kolaborasi antara Ditjen Dukcapil dan organisasi istri para ASN ini.
"Kolaborasi ini program yang bagus, karena dengan DWP turun tangan maka angka stunting bisa semakin diminimalkan, masyarakat bisa memiliki dokumen kependudukan yang lengkap," kata Dirjen Zudan.
"Semua anak yang lahir harus punya akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak, bagi yang menikah harus punya akta kawin. Yang sudah 17 tahun harus memiliki KTP-el atau registrasi KTP digital," lanjut Zudan.
Zudan menjelaskan, dokumen kependudukan itu sangat penting untuk dimiliki, karena merupakan basis untuk mendapatkan pelayanan publik lainnya.
Zudan pun menerangkan kenapa dokumen kependudukan seperti kartu keluarga, akta kelahiran serta dokumen lainnya dicetak dengan kertas putih.
"Sekarang tidak ada lagi tanda tangan basah dan cap kelurahan. Semua dokumen penduduk kecuali KTP-el dan KIA ditandatangani secara elektronik dilengkapi dengan QR code," kata Zudan. "Dengan tanda tangan elektronik, dokumen bisa dicetak sendiri oleh masyarakat di mana pun dan kapanpun."

Zudan pun mengajak untuk membumikan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) kepada hadirin yang terdiri dari Sahli Bidang Pemerintahan dan Polhukesra Kabupaten Bogor, Makmur; Plt. Kadis Dukcapil Jabar Indrastuti Chandra; Kadis Dukcapil Kabupaten Bogor Bambang Setiawan; Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana; Kades Cibeber 2 Suwarjo; Babinsa, anggota dan pengurus DWP Ditjen Dukcapil; DWP Kemendagri, serta hadirin warga masyarakat Desa Cibeber.
"Mari kita berikan pelayanan adminduk yang baik, dan kita bangun semua potensi Desa Cibeber Dua dengan menjadikan sebagai desa binaan secara berkelanjutan," kata Zudan memungkasi.
Hingga Sabtu sore pukul 15.00, pelayanan adminduk di Kantor Desa Cibeber diberhasil melayani sebanyak 347 dokumen kependudukan. Jumlah ini terdiri perekaman KTP-el 119 pemohon, cetak KTP-el 134 keping, cetak akta lahir 47, cetak KIA 44, cetak KK 1, dan cetak akta kematian 2 pemohon. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.