Sumenep - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumenep menggelar pelayanan jemput bola penggantian dokumen kependudukan bagi warga korban bencana alam di Desa Cempaka, Kecamatan Pasonsongan, Kamis (09/01/2020).
Warga berbondong-bondong mengurus dokumen kependudukannya yang hilang atau rusak akibat bencana alam berupa angina kencang. Selain cepat, petugas juga memastikan setiap pelayanan dilakukan dengan mudah tanpa disyaratkan surat keterangan hilang dan gratis.
Kepala Dinas Dukcapil Sumenep, Achmad Syahwan Effendy, didampingi Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Wahasa, melaporkan bahwa kegiatan jemput bola ini merupakan bentuk pemerintah daerah Sumenep untuk hadir melayani masyarakat yang menjadi korban.
“Kami hadir di tengan-tengah warga terdampak bencana untuk memberikan pelayanan kependudukan kepada warga yang dokumennya hilang atau rusak,” ujarnya di lokasi pelayanan.
Per Kamis kemarin, banyak warga yang mengajukan permohonan penggantian dokumen karena hilang atau rusak akibat bencana alam angina kencang tersebut.
“Ada 10 KK (Kartu Keluarga) yang terdampak angina puting beliung dan yang melakukan pendataan dan penggantian KTP-el ada 16 orang, penggantian KIA (Kartu Identitas Anak) 7 orang, serta penggantian Akta Kelahiran 16 orang,”rinci Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Wahasa, di lokasi pelayanan.
Sebagai tambahan informasi, pelayanan tersebut tidak hanya melayani penggantian dokumen bagi korban angina kencang saja. Pelayanan jemput bola tersebut juga melayani permohonan pengurusan administrasi kependudukan bagi warga bukan korban bencana.
“Hal ini tetap kami sikapi, dan menurut saya program jemput bola sangat mengena sekali untuk lebih efektifnya pelayanan bagi masyarakat,” tuturnya.
Warga Nampak antusiasi mengikuti pelyanan tersebut. Petugas di lapangan bahkan dilaporkan kewalahan melayani permohonan warga yang cukup banyak.
“Kami sampai kewalahan melayani masyarakat yang begitu antusias dalam permohonan pencetakan dokumen terutama KIA sehingga kami bisa balik ke kantor jam 16.30 WIB,” tutupnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencatat sebanyak tiga kecamatan di wilayah Sumenep rawan terjadi bencana banjir. Hal ini menuntut kesiapsiagaan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan publik, termasuk di bidang administrasi kependudukan.
Kepala BPBD Sumenep, Rahman Riadi mengatakan, tiga kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Lenteng, Kecamatan Batuan dan Kecamatan Saronggi.
“Tiga kecamatan itu masuk paling tinggi rawan bencana banjir. Bencana itu tidak bisa diprediksi pasti, tapi yang jelas Kecamatan Batuan, Lenteng, dan Saronggi paling rawan terkena banjir,”Jelasnya. Jumat, 10 Januari 2020. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.