Jakarta – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) mendukung pelaksanaan seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berjalan jujur dan transparan.
Dukungan diberikan secara nyata dengan menyediakan teknologi face recognition (FR) untuk proses registrasi peserta seleksi, sehingga dapat mencegah adanya kecurangan yang bersumber dari pemalsuan identitas.
“Kami mendukung penuh proses pelaksanaan seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu berjalan lancar, transaparan, dan jujur,” kata Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, saat dihubungi wartawan, Kamis (25/11/2021).
“Dengan teknologi FR, maka dapat dipastikan proses verifikasi saat registrasi peserta tidak dapat dimanipulasi karena langsung terkoneksi dengan database KTP-el,” ungkap Zudan.
Hal itu turut dibenarkan oleh Ketua Tim Seleksi, Juri Ardiantoro. Menurut Juri yang juga Ketua KPU periode 2016-2017, penerapan FR dapat mengidentifikasi peserta tes secara langsung.
“Makanya tadi, setiap mau masuk ruangan ada monitor yang bisa menampilkan muka kami dan kemudian dipindai, di-scan, dan akan keluar identitas kami sesuai yang ada di KTP-el,” katanya.
Dengan penggunaan FR tersebut, lanjut Juri, Tim Seleksi ingin memastikan bahwa setiap peserta yang masuk ke ruang ujian telah terdaftar dan lulus seleksi administrasi.
Penerapaan FR bahkan diapresiasi banyak pihak. Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri, Syarmadani, mengaku bahagia dan bangga atas teknologi FR yang dimiliki Dukcapil.
“Dengan bahagia dan bangga, kami menyatakan sangat terbantu dengan teknologi dari Ditjen Dukcapil Kemendagri, khususnya face recognition maupun alat pendukung lainnya dalam memverifikasi peserta. Kami juga sudah lama mendengar bahwa ini memang salah satu unggulan layanan Dukcapil,” pujinya.
Di kesempatan yang sama, salah satu peserta seleksi anggota Bawaslu dari Padang, Tsamarotul Fuad, surprise karena penerapan teknologi FR tergolong baru.
“Terkait penerapan FR, saya rasa ini bagus dan tergolong baru. Saya kira ini perlu diluaskan lagi pemanfaatannya,” kata Fuad.
Sementara menurut Andita, salah satu peserta seleksi dari Kalimantan Selatan, menilai penerapan FR sangat luar biasa bermanfaat karena bisa memangkas waktu registrasi yang lama.
“Apa yang dilakukan Dukcapil ini luar biasa!,” katanya.***Dukcapil
Komentar
Komentar di nonaktifkan.