Temanggung — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Temanggung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan inklusif bagi seluruh warga.
Melalui program “Gempita” (Gerakan Melayani Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan), petugas Disdukcapil Temanggung mendatangi langsung rumah Bowo Santoso, akrab disapa Mas Bowo, warga Desa Greges, Kecamatan Tembarak, yang merupakan penyandang disabilitas cerebral palsy.
Kondisi fisik Mas Bowo tidak memungkinkan untuk hadir di kantor pelayanan, sehingga Tim Gempita Dukcapil melakukan perekaman biometrik (sidik jari dan iris mata) secara jemput bola. Proses ini turut didampingi perangkat desa setempat, memastikan warga berkebutuhan khusus mendapatkan hak identitas resminya.
Kepala Disdukcapil Temanggung, Azis Suryawan, menjelaskan, program jemput bola ini bertujuan memudahkan warga rentan dalam mengakses layanan publik, bantuan sosial, dan jaminan kesehatan melalui kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid.
Kadis Suryawan menyatakan, perekaman KTP-el mengharuskan pemohon hadir langsung di hadapan petugas karena adanya proses pengambilan sidik jari dan pemindaian iris mata. “Karena ada proses pengambilan sidik jari dan iris mata. Sementara sebagian warga memiliki keterbatasan sehingga sulit datang ke kantor layanan,” ujarnya.
Secara terpisah, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, memberikan apresiasi atas langkah Disdukcapil Temanggung.
“Layanan jemput bola bagi warga rentan adalah wujud nyata bahwa negara hadir untuk semua. Dukcapil harus memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam hak identitas kependudukan,” tegas Teguh.
Ia juga mendorong daerah lain untuk meniru praktik baik ini, sekaligus memperluas pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar layanan semakin inklusif dan modern.
Direktur Dafdukcapil, Muhammad Farid, juga mendorong keberlanjutan program Gempita. “Program Gempita adalah wujud komitmen Dukcapil dalam memastikan setiap warga, khususnya kelompok rentan, memperoleh hak identitas kependudukan. Dukcapil pusat akan terus mendukung pelaksanaan jemput bola di berbagai daerah, sehingga layanan inklusif dapat berjalan konsisten dan merata,” ujar Farid. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar