Padang — Sesditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Hani Syopiar Rustam, atas arahan Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi melakukan kunjungan ke Posko Darurat Bencana Provinsi Sumatera Barat yang berlokasi di Kantor Gubernur Sumbar, di Kota Padang, Senin (1/12/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Hani didampingi oleh Kadis Dukcapil Sumbar, Besri Rahmad, serta Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Padang, Meri Lestari.
Di Posko darurat yang berfungsi sebagai pusat komando operasi, koordinasi, dan penyaluran bantuan utama untuk penanganan darurat bencana di Sumatera Barat ini, Sesditjen Hani berupaya mencari tahu data realtime di lapangan yang berada langsung di lokasi terdampak. "Kami ingin melihat dari dekat posko provinsi ini yang mengelola data dan sumber daya, serta distribusi bantuan dalam skala besar agar kami pun dapat berkoordinasi dengan level kabupaten/kota dalam lingkup kerja kedukcapilan," kata Sesditjen Hani.

Adapun secara umum, fasilitas dan layanan yang tersedia atau dikoordinasikan dari posko ini mencakup:
- Pusat Komando dan Koordinasi: Mengoordinasikan respons bencana di 16 kabupaten/kota terdampak, melibatkan BPBD, TNI, Polri, BNPB, dan OPD terkait.
- Pengumpulan dan Analisis Data: Melakukan pengkajian cepat terhadap jumlah korban meninggal, korban hilang, luka-luka, jumlah pengungsi, jumlah warga terdampak serta kerusakan, kerugian, dan kebutuhan sumber daya.
- Penyaluran Bantuan Logistik: Menerima bantuan dari pemerintah pusat, swasta, dan masyarakat, lalu mendistribusikannya ke posko lapangan. Bantuan mencakup pangan (sembako, makanan siap saji, mi instan, biskuit, air mineral) dan non-pangan (selimut, kasur lipat, tenda pengungsi, hygiene kit, family kit, perahu karet, genset, gergaji mesin).
- Layanan Informasi dan Media Center: Menjadi pusat komunikasi darurat dan pelaporan kepada masyarakat serta media.
- Dapur Umum: Mengelola pasokan logistik untuk dapur umum di daerah terdampak.
- Akses Layanan Kesehatan: Mengoordinasikan pengiriman tim medis ke lokasi bencana.
Dalam kesempatan itu, Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam menyampaikan, Posko ini adalah dapur strategis penanganan bencana. "Semua keputusan, data, dan distribusi bantuan dikelola dari sini. Kami dari Dukcapil Pusat ingin memastikan bahwa pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan, sehingga masyarakat korban bencana tidak kehilangan hak dasar mereka. Dukcapil hadir untuk menjamin dokumen kependudukan tetap bisa diakses, meski dalam kondisi darurat."

Kadis Dukcapil Sumbar, Besri Rahmad, menambahkan pihaknya sudah mulai memetakan kabupaten/kota yang terdampak paling parah dan yang masih bisa memberikan pelayanan Adminduk. "Dukcapil Sumbar siap berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil dan jajaran kabupaten/kota untuk memastikan dokumen kependudukan korban bencana bisa segera dipulihkan,” kata Kadis Besri.
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Padang, Meri Lestari menambahkan pihaknya siap mendukung koordinasi di posko ini, khususnya dalam memastikan layanan kesehatan bagi korban bencana tetap berjalan. "Kami berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan Dukcapil dan instansi terkait agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan hak layanan kesehatan secara cepat dan tepat,” kata Meri.
Saat berkeliling posko, Sesditjen Hani menyempatkan diri berbincang dengan kru yang bertugas di meja koordinasi logistik. “Apakah ada kendala dalam pendataan korban dan kebutuhan logistik?,” tanya Sesditjen pada salah satu kru.
“Kendala utama adalah akses ke daerah yang terisolasi. Namun kami berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk membuka jalur distribusi,” terang kru tersebut.
“Baik, mohon dipastikan data korban terintegrasi dengan Dukcapil agar dokumen kependudukan mereka bisa segera dipulihkan. Dukcapil akan mendukung penuh,” tegas Hani.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Ditjen Dukcapil untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan, serta mendukung koordinasi lintas instansi dalam penanganan darurat bencana di Sumatera Barat. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar