Solo - Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, menjadi kampus pertama di Indonesia yang dilayani registrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Tak heran, antusiasme civitas akademika UNS tampak sangat tinggi untuk dibuatkan IKD atau KTP Digital.
Dirjen Dukcapil Prof Zudan Arif Fakrulloh menyatakan terima kasih atas respons positif dan cepat dari pihak rektorat perguruan tinggi ranking ke-6 terbaik di Indonesia itu berdasarkan Webometrics Ranking of World Universities 2022.
"Ketika kami tawarkan untuk dibuatkan identitas digital bagi seluruh warga kampus, Pak Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho langsung menyatakan siap. Itu sebabnya UNS menjadi kampus pertama yang kami layani untuk registrasi IKD, dan menyusul 2 kampus berikutnya hingga seterusnya bagi kampus-kampus lain yang mau," ungkap Dirjen Zudan di Ballroom Gedung Ki Hadjar Dewantara, Lantai 3 UNS Tower, Solo, Selasa (13/12/2022).

Hadir dalam kesempatan ini Rektor Universitas Sebelas Maret Prof. Jamal Wiwoho; Wakil Rektor Bidang II Umum dan SDM Prof. Bandi, dan Dekan D4 Demografi dan Pencatatan Sipil, Santoso Tri Hananto. Direktur Bina Aparatur Andri Kriarmoni, serta ribuan mahasiswa dosen dan pegawai UNS.
Untuk melayani seluruh populasi kampus UNS, Ditjen Dukcapil melibatkan Dinas Dukcapil se-Solo Raya dengan 33 meja pelayanan registrasi IKD, dan 1 meja pelayanan perekaman. Selain Disdukcapil Kota Solo, petugas yang turun tangan membantu melayani registrasi IKD di lingkungan kampus UNS berasal dari Disdukcapil Kabupaten Karanganyar, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, dan Disdukcapil Klaten.
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam pidato arahannya menyatakan, kolaborasi dan sinergi melahirkan energi besar. "Di saat pelayanan jemput bola Dukcapil Goes to Campus hari kedua ini rata-rata 1.000 IKD diaktivasikan untuk warga UNS," kata Zudan.
Di hari pertama kemarin, lanjut Zudan, telah diaktivasi IKD kepada 971 pemohon. "Sekarang 1.035 IKD sudah diaktivasi. Artinya, sudah lebih 2.000 IKD terpasang di hape warga UNS. Inilah kekuatan sinergi dan kolaborasi," kata Dirjen Zudan.
Zudan menjelaskan, KTP digital lebih praktis ketimbang KTP elektronik (KTP-el) dan biayanya jauh lebih rendah.
"Untuk mencetak satu KTP-el biayanya Rp 11-12 ribu. Dengan KTP Digital biayanya bisa dipangkas 90 persen, karena tidak memerlukan blanko dan tidak perlu dicetak. Untuk keperluan identitas misalnya di bandara cukup ditunjukkan saja IKD di smartphone," katanya menjelaskan.
Dukcapil Goes to Campus di UNS bakal berlangsung hingga Rabu (14/12/2022) besok. "Hingga besok, mungkin akan diaktivasikan 3000 IKD. Untuk seluruh mahasiswa UNS yang berjumlah 21.000 dan juga para alumni, jangan segan segera mendaftar ke Dinas Dukcapil terdekat," kata Dirjen Zudan Arif Fakrulloh. Dukcapil***
.jpeg)
Komentar
Komentar di nonaktifkan.