Jakarta — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menerima kunjungan Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Dema Fisipol UGM) dalam agenda Institutional Visit Dema Goes To 2026, Jumat (23/10/2026). Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga langsung mengakses layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di lokasi acara.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Gedung F Lantai 4, Kantor BPSDM Kemendagri, Kalibata, Jakarta ini menjadi jembatan edukasi antara pembuat kebijakan dan generasi muda. Dukcapil memanfaatkan momentum ini untuk mengenalkan transformasi ekosistem digital kependudukan secara komprehensif.
Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, memaparkan peran strategis administrasi kependudukan sebagai fondasi pelayanan publik dan pemenuhan hak sipil setiap warga negara. Menurutnya, pemahaman mahasiswa terhadap sistem kependudukan sangat krusial di era digital. "Administrasi kependudukan adalah pintu masuk utama seluruh layanan publik dan perlindungan hak warga. Kami ingin generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan, memahami betapa pentingnya kepemilikan dokumen sipil yang sah dan terintegrasi," ujar Teguh, yang juga alumni Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM ini.

Sesi edukasi berlanjut lebih intens saat Kasubdit Keamanan Informasi Administrasi Kependudukan, Mensuseno, membedah teknis dan arsitektur keamanan IKD. Ia menjelaskan bahwa IKD dirancang untuk mempermudah verifikasi identitas di era transformasi digital tanpa mengabaikan aspek perlindungan data pribadi.
Mensuseno mengungkapkan bahwa Dukcapil terus memperluas kerja sama lintas kementerian dan lembaga dalam memanfaatkan data kependudukan. Salah satu fokus utamanya adalah akselerasi digitalisasi program Perlindungan Sosial (Perlinsos). "Penggunaan IKD dan integrasi data kependudukan menjadi kunci agar penyaluran bantuan serta program perlindungan sosial bisa makin presisi, transparan, dan tepat sasaran. Sistem ini memangkas birokrasi dan meminimalkan potensi data ganda," ujar Mensuseno.
Tak sekadar menyimak materi, puluhan mahasiswa yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan aktivasi aplikasi IKD secara langsung di gawai mereka dengan panduan dari petugas Dukcapil. Langkah konkret ini menjadi sarana untuk mengedukasi generasi muda agar aktif bermigrasi ke identitas digital.
Kegiatan interaktif ini sekaligus mempererat sinergi antara regulator dan institusi akademis. Melalui literasi kependudukan yang terus digencarkan, Dukcapil berharap mahasiswa dapat menularkan pemahaman mengenai pentingnya IKD kepada masyarakat luas.
Transformasi digital kependudukan ini membuktikan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan publik yang semakin ringkas, aman, dan mudah diakses dari genggaman. Dukcapil menegaskan kehadirannya untuk memastikan identitas setiap penduduk terlindungi secara utuh. Dukcapil***


Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar