Jakarta - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengajak para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi duta Gerakan Indonesia Sadar Administrasi kependudukan (GISA).
Hal itu ia sampaikan kala memberikan pembekalan materi di acara Pra Munas IX Dharma Wanita Persatuan (DWP), Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (5/9/2019).
"Saya minta bantuan Ibu-Ibu, berkenan kah Ibu-Ibu menjadi duta Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (administrasi kependudukan)?," tanya Zudan yang langsung disambut tepuk tangan meriah oleh para hadirin.
Tawaran itu ia sebutkan karena di tangan para Ibu-Ibu itulah kesadaran Administrasi kependudukan (Adminduk) dapat terus dikampanyekan dan disosialisasikan.
Para ibu akan menjadi faktor kunci suatu keluarga memiliki seluruh dokumen kependudukan yang diwajibkan. Termasuk bila ada updating data penduduk, seperti status pekerjaan dari pelajar menjadi pekerja dsb.
"Ibu-Ibu inilah yang memastikan apakah suaminya, dirinya, anaknya, bahkan cucunya sudah melengkapi dokumen kependudukannya," tutur Zudan.
Ada empat cakupan dokumen yang Zudan harapkan dapat digenjot berkat peran serta anggota DWP, khususnya bagi keluarga para ASN sendiri, yakni akta kelahiran, KIA, KTP-el, dan Akta Kematian.
"Pastikan keluarga anda memiliki Akta Kelahiran, dan KIA untuk anak usia di bawah 17 tahun. Segera rekam KTP-el bila ada sanak famili yang belum merekam. Juga laporkan bila ada saudara meninggal dunia untuk dibuatkan Akta Kematiannya," katanya rinci.
Sebagai tambahan infomasi, GISA merupakan kampanye Adminduk yang sudah dilakukan sejak bulan Februari 2018. Melalui kampanye tersebut, pemerintah mulai menyuarakan tertib Adminduk ke semua daerah di Indonesia. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.