Jakarta – Di balik seragam yang rapi dan selalu siap menerima perintah atasan, Aparatur Sipil Negara (ASN) tetaplah manusia biasa. Tuntutan banyak deadline pekerjaan bisa jadi bikin mereka merasa jemu dan bosan. Rutinitas tugas kantor juga kadang membuat mereka lelah.ÂÂ
Itu sebabnya Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Prof. Zudan Arif Fakrulloh sangat mengapresiasi event Lomba Stand Up Comedy di lingkup Kemendagri dan BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan).ÂÂ
Lomba pemantik tawa ini digelar dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74. Tagline lomba pun sangat menggelitik, "Merdeka Itu Pasti, NKRI Harga Mati, Tertawa Itu Gizi Hati".
Prof. Zudan yang menyempatkan diri hadir, setelah berkutat selama 14 hari mengikuti pendidikan Lemhannas menyatakan, acara ini punya daya tarik yang luar biasa.ÂÂ
"Sudah 14 hari saya tidak berada di kantor. Begitu diberitahu kantor Dukcapil bikin acara ini, tiba-tiba saya minta izin dari kelas untuk datang ke sini. Terima kasih membuat saya amazing hari ini. Betul-betul acara ini menjadi gizi hati," sambutnya dalam acara bertajuk Stand Up Comedy Merdeka yang digelar di Gedung E, kantor Ditjen Dukcapil, Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (14/8/2019).
Buat Zudan, stand up comedy melatih kemampuan ASN Kemendagri dan BNPP dalam bersosialisasi. Sosialisasi dalam kehidupan, menurutnya, menjadikan sesorang masuk dua kategori: menjadi orang yang mampu atau tetap bertahan menjadi orang yang tidak mampu.ÂÂ
Dirinya kemudian bertanya pada hadirin, ingin menjadi orang yang mampu atau tidak mampu. Semua pegawai pun menjawab ‘Mampu’.ÂÂ
"Itulah pula yang terjadi di kelas, teman-teman saya semua menjawab sama. Ingin menjadi orang mampu. Ternyata saya sendiri tetap saja menjadi orang yang tidak mampu. Dosen saya kebetulan perempuan masih muda cantik bertanya: 'Kenapa Pak Zudan tidak mampu?' Saya jawab: 'Saya tidak mampu melupakan Ibu Dosen'," begitu selorohnya tak terduga bak Comika dan langsung disambut gerr tawa penonton.
Dalam sambutannya selamat kurang dari 10 menit, Zudan sukses membuat penonton yang tak lain para pegawai dan pejabat Kemendagri dan BNPP terpingkal-pingkal.
Namun, di tengah candanya, sebagai Dirjen Dukcapil, Zudan tak lupa menyelipkan pesan tentang perlindungan data pribadi.ÂÂ
"Data pribadi mari kita jaga dengan baik. Karena KTP-el dan dokumen kependudukan itu hampir semuanya berlaku seumur hidup. KTP-el seumur hidup, akta lahir seumur hidup, akta mati seumur hidup. Di dalamnya ada data pribadi mari data itu kita jaga, tidak disebarluaskan di Medsos. Tapi awas, Anda jangan pernah minta buku nikah itu berlaku lima tahun sekali," pungkasnya yang kembali bersambut gemuruh tawa penonton. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.