Jakarta - Sebagai organisasi besar, Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) tentu memikirkan nasib para PNS atau ASN yang masih bekerja maupun yang sudah pensiun.
"Mumpung kita masih dikarunia akal, pikiran dan hati mari kita pikirkan nasib 4,2 juta ASN anggota Korpri, agar selama bekerja sejahtera dan setelah pensiun juga sejahtera," ujar Ketua Umum DPKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh di sela Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Gedung E Kantor Pusat Ditjen Dukcapil, Jl Pasar Minggu Km19, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Prof. Zudan bercerita saat mengawali langkah menjadi Ketua Umum Korpri, banyak sekali para senior yang titip pesan.
"Mas, tolong pikirkan nasib kita yang pensiun ini. Saya jawab, mengapa Bapak tidak berpikir nasib Bapak ketika masih berkuasa? Tidak sempat, katanya. Bagaimana ceritanya? Mas, pada waktu saya eselon satu tunjangan jabatan, tukin dll kira-kira bisa mencapai Rp40-50 juta per bulan. Sekarang pensiun hanya memperoleh Rp4,9 juta. Jadi terima pensiun hanya 10 persen dari take home pay (THP) dulu, ditambah tunjangan hari tua Rp70 juta," beber Zudan.
Dirjen Dukcapil ini juga menuturkan, cita-cita Korpri dengan PT Taspen (Persero) agar tunjangan hari tua ASN itu bisa mendapat sampai Rp1 miliar. Kemudian uang pensiun bulanannya persentasenya bisa lebih besar dari dari yang diterima sekarang.
"Hitung-hitungan dengan PT Taspen itu bisa dilakukan. Ini bukan impian. Saya akan pensiun insya Allah 10 tahun lagi. Lalu bagaimana caranya agar saya dapat THT 1 miliar saat pensiun? Saya menambah tabungan di Taspen. Sekarang para ASN dipotong gajinya tunjangan hari tua 3,24 persen dari gaji pokok. Untuk pensiun dipotong 4,75 persen dari gaji pokok," jelasnya.
Zudan mengajak segenap jajaran ASN agar mendesain masa depan mulai dari sekarang. Skema dana pensiun agar dirancang ulang. Jangan hanya dipotong sedikit dari gaji pokok. Tapi sebaiknya, kata dia, adalah seperti di Korea Selatan dipotong sebanyak 10-15 persen dari THP. "Jadi kalau pegawai baru THP-nya Rp5 juta dipotong Rp 500 ribu untuk dirinya saat pensiun nanti," ungkapnya.
Dirinya menyebutkan menambah iuran ke PT Taspen kira-kira 10 persen dari THP yang diperolehnya. "Saya hitung 10 tahun lagi saat pensiun sebagai pejabat struktural saya bisa terima 1 miliar. Boleh diambil semuanya sekaligus. Atau diambil sebagian, sisanya dikelola lagi untuk diambil tiap bulan agar bulannya makin besar itu juga boleh," kata Zudan.
Pertanyaan, apa itu tidak rumit? Apalagi THP berbeda-beda di setiap daerah. Ada 514 kabupaten/kota THP-nya berbeda. Itu tidak menjadi masalah, tinggal dibuat tabelnya.
"Taspen sudah teruji mengelola dana iuran masa depan ASN selama lebih 50 tahun. Taspen fokus hanya melayani ASN dan pensiunan ASN. Inilah yang perlu kita lakukan berbagai penguatan kalau iurannya lebih besar, kesejahteraan ASN di masa depan akan lebih baik," kata Ketum Korpri Zudan Arif Fakrulloh. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.