Ternate - Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi melakukan kunjungan kerja ke Ternate dan Tidore, Provinsi Maluku Utara. "Ini provinsi pertama luar Jawa yang saya kunjungi sebagai Dirjen Dukcapil. Atau provinsi ketiga, setelah Kabupaten Banyumas, Purbalingga di Jawa. Tengah, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat di Jawa Barat, dan sekarang Ternate dan Tidore di Malut," kata Dirjen Teguh Setyabudi dalam Rakor Kadis Dukcapil se-Provinsi Maluku Utara di Ternate, Minggu (2/4/2023) malam
Dalam sambutannya Dirjen Teguh Setyabudi berpesan kepada para Kadis Dukcapil di 8 kabupaten dan 2 kota di Malut agar melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. "Penduduk Malut kurang lebih 1,3 juta jiwa, kesannya kecil tetapi ini sama saja dengan penduduk negara Estonia di Eropa. Berapa pun jumlah penduduk itulah yang harus Dukcapil layani," kata Teguh.
Teguh berharap betul pencapaian kinerja yang sudah baik di Provinsi Malut agar terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. "Yang belum baik agar lebih diperbaiki dan dicarikan terobosan inovasi untuk percepatan. Saya yakin Ibu Bapak mampu melakukan dengan sebaik-baiknya."
.jpeg)
Teguh tak bosan mengingatkan berbagai target kinerja yang harus dicapai Dinas Dukcapil sepanjang tahun 2023 ini. "Perekaman KTP-el tahun ini sebesar 99,4 persen. Untuk Malut sampai 30 Maret 2023 sudah mencapai 84,91 persen. Mari kita sama-sama kejar, saya yakin Provinsi Malut mampu menciptakan inovasi untuk mengakselerasi target tersebut segera tercapai," kata Teguh.
Juga dengan target kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA), dirinya berharap di tahun 2023 bisa tercapai 50 persen, dan target akta lahir 98 persen. "Jangan hanya mengandalkan langkah yang konvensional tetapi juga harus memantik langkah-langkah inovatif agar target tersebut bisa dikejar. Saya lihat di daerah banyak sekali kerja-kerja inovatif. Akta lahir dan KIA itu saling berkaitan."
Teguh mengajak agar membuat terobosan pelayanan terintegrasi, seperti ibu melahirkan selain bayinya mendapat akta lahir dan KIA, orangtuanya mendapat KK baru dan kartu BPJS Kesehatan. Inovasi ini bisa direplikasi di daerah masing-masing.
Teguh juga menunjukkan terobosan KIA sebagai kartu diskon bekerja sama dengan merchant UMKM, sehingga anak-anak mendapatkan potongan harga di toko buku, tempat wisata, dan seterusnya. "Lakukan jemput bola ke sekolah SD, SMP. Cetak semua akta lahir dan KIA dari data Dapodik dan bagikan ke sekolah-sekolah," katanya.
Terkait dengan Buku Pokok Pemakaman (BPP) dan cakupan kepemilikan akta kematian di Malut Teguh juga meminta agar lebih ditingkatkan. Selanjutnya, terkait perjanjian kerja sama pemanfaatan data targetnya minimal dengan 15 OPD. "Mudah-mudahanan Kota Ternate sebagai barometer di Provinsi Malut bisa menjadi contoh terbaik bagi daerah lain di kawasan."
Selanjutnya seiring dunia kini memasuki era digital, Dukcapil pun mendorong penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Menurut Dirjen Teguh, selain untuk mempercepat layanan publik dalam ekosistem digital, Dukcapil juga ingin melakukan efisiensi untuk mengatasi kekurangan keping blanko KTP-el.
Teguh menyadari bukan hanya di Provinsi Malut yang relatif rendah dalam pencapaian cakupan IKD, di perbagai provinsi lainnya juga sama. "Maka kita berharap sekali ASN menjadi pelopor penerapan IKD. Saya apresiasi ASN Kota Ternate sudah lebih 2.000 yang mengaktivasi KTP digital ini. Untuk itu aktifkan kegiatan jemput bola Dukcapil to Campus dan juga Dukcapil Goes to School," Teguh menyarankan.
Dukcapil, masih kata Teguh, terus mengembangkan IKD agar bisa juga digunakan telepon selular dengan sistem operasi iOS. "Mudah-mudahan di bulan April ini sudah bisa digunakan. Begitu juga Dukcapil terus melakukan pembahasan dangan BI dan OJK serta Kemenkumham agar IKD bisa digunakan oleh sektor perbankan dan imigrasi untuk keperluan verifikasi tiket penumpang di bandara."
Terkait dengan tahun Pemilu 2024, Teguh pun mengingatkan, Dukcapil harus mengantisipasi dengan mengejar target perekaman KTP-el melalui kegiatan jemput bola. "Lakukan pemutakhiran data di daerah yang dimekarkan. Waspada pemalsuan data WNA dibuatkan KTP WNI. Perlu kehati-hatian dalam menerbitkan NIK. Kejadian di Bali jangan sampai terulang," kata Teguh sembari mengingatkan agar jangan ada blanko invalid yang tercecer. "Musnahkan setiap hari KTP-el yang rusak dan invalid," demikian perintah Ditjen Dukcapil Teguh Setyabudi.
Dalam arahannya di berbagai kesempatan, Mendagri Tito Karnavian berpesan jajaran Dukcapil terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terlebih lagi di bidang Adminduk. Caranya dengan bertransformasi dari pelayanan dokumen secara manual ke digitalisasi data kependudukan. Dukcapil***
.jpeg)
Komentar
Komentar di nonaktifkan.