Jakarta - Anak-anak usia 0-6 tahun berada di masa "golden age" atau masa emas yang mesti ditanamkan nilai-nilai kebaikan.
Bagaimanapun, menurut Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, potensi, bakat, dan kecerdasan seorang anak tidak akan tumbuh maksimal tanpa sentuhan dan pembinaan dan pendidikan yang diberikan sejak dini.
"Andai semua kanak-kanak di negeri ini mendapat perlakuan yang sama, maka itu akan menjadi investasi sumber daya manusia bagi bangsa ini di masa depan," kata Dirjen Zudan saat memberikan sambutan sekaligus peresmian Gedung TK Pertiwi V di Komplek Bangdes, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (6/9/2022).
TK Pertiwi V di bawah binaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Ditjen Dukcapil Kemendagri, baru selesai direnovasi dengan anggaran bantuan DWP Unit Dukcapil sebesar lebih dari Rp 450 juta.

Hadir dalam kesempatan baik itu, Ketua DWP Kemendagri Ny. Nani Suhajar, Ketua DWP Unit Ditjen Dukcapil Ny. Ninuk Triyanti Zudan, Ketua DWP Ditjen Bina Pemdes Irma Zainal Yusharto, para pejabat eselon II beserta istri, jajaran pengurus dan anggota DWP Ditjen Dukcapil, serta Lurah Pejaten Barat Asep Ahmad Umar beserta para guru dan orang tua murid TK/SD Pertiwi.
Dirjen Zudan yang juga sebagai Pembina DWP Ditjen Dukcapil mengajak hadirin bersyukur bahwa sekolah taman kanak-kanak yang 'diwariskan' pembinaannya dari DWP Ditjen Pemdes, kini sudah memiliki bangunan cukup megah sebagai sarana belajar belajar.
"Ini sebagai tugas mulia kita semua yakni untuk mencerdaskan bangsa. Menjadikan anak sekolah lebih bahagia berada di sekolah dari pada di rumah," kata Zudan seraya menambahkan, "Ciptakan suasana anak itu hepi di sekolah, karena banyaknya fasilitas bermain."
Sarana bermain yang bersifat fisik dan merangsang saraf motorik anak sudah tersedia.
"Tinggal menambah sarana bermain yang merangsang saraf sensorik anak. Semangat pertama anak-anak TK adalah untuk bermain, jangan dibuat overload dengan pelajaran," tutur Zudan menitipkan pesan.
Zudan juga tak lupa mengajak pejabat Eselon II, yakni para direktur di lingkup Ditjen Dukcapil mau meluangkan waktu untuk membuat anak-anak sekolah terakreditasi A itu semakin ceria.
"Boleh ajak anak-anak bermain ke tanah lapang, bermain burung merpati. Sekolah ini harus dirawat dengan perhatian kita. Misalnya, saat datang dari luar kota membawa peci model Lampung sehingga anak-anak nantinya mengenal budaya Nusantara," kata Zudan merujuk halaman sangat luas disertai pohon-pohon rindang di kompleks kantor Ditjen Pemdes dan Ditjen Dukcapil.
"Bila punya rezeki berlebih belikan buku, seragam atau apapun."
Zudan juga berkenan memberikan dokumen kependudukan berupa KIA dan akta lahir secara simbolis kepada sejumlah perwakilan murid didampingi orangtuanya. Dukcapil***
.jpeg)
Komentar
Komentar di nonaktifkan.