Agam — Kabupaten Agam menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dalam bencana banjir bandang di Sumatera Barat. Untuk memastikan hak dasar warga tetap terlayani, Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri melalui Tim GISA Tanggap Darurat Bencana menggelar pelayanan jemput bola administrasi kependudukan (adminduk) di posko utama Kabupaten Agam.
Setibanya di Bandara Minangkabau, tim Dukcapil pusat yang dipimpin Koordinator Tim GISA Kabupaten Agam, Nurlailawati, dari Direktorat PIAK Ditjen Dukcapil, langsung menuju Kantor Dinas Dukcapil Provinsi Sumatera Barat untuk koordinasi pelaksanaan layanan jemput bola.
Di sana tim ikut hadir dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam bersama Direktur IDKN Handayani Ningrum, Kadis Dukcapil Provinsi Sumbar resri Rahmad. Ratas yang membahas pelayanan tanggap darurat paska bencana di bidang administrasi kependudukan turut dihadiri Kepala Dukcapil Kota Padang Teddy Antonius, Kadis Kabupaten Padang Pariaman Indra Utama, dan Kadis Kabupaten Agam Dedi Asmar.
Tiba di lokasi, Tim Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan berupa 4 outer blanko KTP-el, 1 set ribbon dan film, 1 perangkat solar panel, 1 power supply, serta 1 unit Starlink Internet Provider kepada Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Agam. "Bantuan ini diharapkan memperkuat operasional pelayanan adminduk di tengah kondisi darurat," kata Nurlailawati.
Adapun hasil pelayanan jemput bola pada hari pertama pelaksanaan, Jumat (12/12/2025), Tim GISA Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Agam berhasil melayani 435 dokumen kependudukan, dengan rincian: Cetak Kartu Keluarga 184; Rekam KTP-el 24; Rekam KTP-el luar domisili 2; Cetak KTP-el 168; Cetak KTP-el luar domisili 5; pembuatan Surat Keterangan Pindah 25; Akta Kematian 18 dan aktivasi IKD sebanyak 9 pemohon.

Nurlailawati, menegaskan bahwa pelayanan jemput bola ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara. “Kami turun langsung ke titik-titik terdampak untuk memastikan masyarakat tetap memiliki dokumen kependudukan. Identitas adalah hak dasar warga negara, dan tidak boleh hilang hanya karena bencana,” ujarnya.
Kadis Dukcapil Kabupaten Agam, Dedi Asmar, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat sekaligus menekankan peran Disdukcapil Agam dalam membantu proses identifikasi korban. “Selain melayani penerbitan dokumen kependudukan, kami juga membantu tim Inafis Polda Riau dalam mengidentifikasi jenazah korban bencana melalui scan sidik jari. Upaya ini sangat penting agar identitas korban bisa segera diketahui dan keluarga mendapatkan kepastian,” jelasnya.
Dedi juga menyampaikan bahwa bencana ini sangat berat bagi masyarakat Agam. "Namun dengan bantuan sarana Starlink, power station, portable solar panel, serta 4.000 blanko KTP-el dari Ditjen Dukcapil, pelayanan adminduk bisa tetap berjalan. Kami berkomitmen agar warga segera mendapatkan dokumen pengganti sehingga tidak kesulitan dalam urusan administrasi,” katanya.
Dengan dukungan sarana teknologi dan koordinasi pusat-daerah, Pemerintah Kabupaten Agam optimistis pelayanan adminduk pascabencana dapat segera pulih. Kehadiran Tim GISA Tanggap Darurat Bencana menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memastikan hak dasar warga tetap terjamin, bahkan di tengah bencana. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar