Ditulis Pada 22 Juni 2018 15:35 WIB

Prof. Zudan: Dukcapil Beri Energi Positif Melalui Hak Akses Data

Jakarta – Hak akses pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan KTP-el diyakini Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh sebagai upaya memberi energi positif kepada lembaga pengguna khususnya, dan masyarakat pada umumnya. 

 

Pasalnya, hak akses ini akan membawa dampak yang lebih luas dalam segala aspek kehidupan, terutama untuk pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, serta penegakan hukum dan pencegahan kriminal.

 

“Dukcapil terus memberikan energi positif dengan aksi memberi. Apa yang kita berikan? Yang Dukcapil berikan yaitu hak akses, seperti pemanfaatan NIK, data kependudukan serta KTP-el”, urai Prof. Zudan di Jakarta, Jum’at (22/06/2018). 

 

Hal ini disampaikannya saat sambutan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan PT Veritra Sentosa Internasional dan Yayasan Daarul Qur'an tentang Pemanfaatan NIK, Data Kependudukan, dan KTP-el sekaligus Halal Bihalal Keluarga Besar Ditjen Dukcapil. 

 

Aksi memberi, lanjut Zudan, mengikuti hukum ketiga seorang ilmuwan alam Newton, yakni hukum aksi reaksi. Untuk setiap aksi selalu ada reaksi, dan ini menurutnya menjadikan Dukcapil ikhlas layani masyarakat secara langsung.

 

“Hukum Aksi Reaksi Newton ini tampak berarti dalam kinerja sehari-hari di Dukcapil, termasuk pembenahan-pembenahan di Dukcapil. Nah, jika kita memberi aksi kepada masyarakat secara baik, maka responnya juga akan sangat baik," ungkap Zudan.

 

Zudan mengingatkan pada insan Dukcapil, agar siklusnya menjadi baik, maka ditekankan energi positif sebagaimana ungkapan: jangan besok kalau bisa sekarang, jangan nanti kalau bisa saat ini.

 

Sementara mengutip hukum kekekalan energi, bahwa energi tak bisa dimusnahkan oleh manusia. Sehingga, apabila ada aksi seorang oknum yang meminta uang setoran kepada oknum lainnya, hal itu akan terus terjadi dari level atas sampai ke level yang lebih rendah. 

 

“Ke bawahnya pun akan terus terjadi demikian, dan ini menjadi lingkaran setan”, pungkasnya. 

 

Ia menambahkan, jika 194 juta keping KTP-el yang sudah dicetak, berarti ada 194 juta kebaikan yang dilakukan Dukcapil.

 

“Ketika masyarakat sudah selesai melakukan pencetakan, kemudian terbitlah dokumen kependudukan. Bermetamorfosis, semangat yang terus muncul adalah memindahkan keluhan-keluhan kita menjadi rasa syukur”, jelasnya.

 

Perlu diketahui, Ditjen Dukcapil saat ini mengelola data kependudukan 263 juta penduduk Indonesia. Untuk itu, meskipun belum sempurna akan tetapi akan terus memperbaiki diri dari masukan dan keluhan masyarakat. 

 

Pada Tahun 2019, Dukcapil akan memasuki fase yang lebih tinggi kepada fase akurasi data penduduk, yakni melakukan LinkSync agar warga tak memiliki data ganda serta memiliki satu identitas penduduk tunggal (Single Identity Number/SIN).

 

“Terima kasih bagi institusi/lembaga yang sudah memanfaatkan data Dukcapil. Siapa yang bersyukur, akan ditambah nikmatnya. Siapa yang mengeluh, akan ditambah bebannya. Semoga kita semua selalu menjadi insan-insan yang selalu bersyukur. Amin”, tutup Zudan.

 

Tanda tangan PKS dan halal bihalal dihadiri langsung Ustadz Yusuf Mansur selaku ketua dewan pembina PT Veritra Sentosa Internasional, serta jajaran dan mitra Yayasan Daarul Qur'an dan PayTren Indonesia. 

 

Para Sekretaris Ditjen Dukcapil dan Ditjen Bina Pemdes, I Gede Suratha dan Mohammad Rizal, juga turut hadir beserta seluruh Direktur kedua lembaga. Tidak ketinggalan para pejabat Administrator, Pengawas, dan seluruh staf Ditjen Dukcapil dan Ditjen Bina Pemdes turut memeriahkan acara ini. Dukcapil***