Ditulis Pada 08 Agustus 2018 14:59 WIB

Penghayat Kepercayaan Segera Bisa Tercantum di KTP-el

Jakarta – Setelah diaplikasikan dalam kolom Kartu Keluarga (KK), kini Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Dukcapil tengah merampungkan sistem untuk bisa mencantumkan Penghayat Kepercayaan dalam kolom KTP-el. 

 

Kebijakan sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menurut Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh akan segera terealisasi dalam waktu yang tidak terlalu lama. 

 

“Format baru KK sudah diupload, Ibu/Bapak sudah bisa mengunduh. Dengan begitu tidak ada kesulitan, karen format sudah disiapkan. Sebagai implikasi dari perubahan format KK, Ditjen Dukcapil sedang mengembangkan format KTP-el yang baru. Semoga format tersebut rampung minggu depan”, katanya saat membuka Sosialisasi Pelayanan Terpadu Pengesahan Perkawinan Tahun 2018 Angkatan V di Hotel Park, Jakarta, Senin (06/08/2018).

 

Selanjutnya, masih terkait KK, Zudan mengatakan bahwa setiap perkawinan kini dicatat di KK, baik itu perkawinan yang tercatat (memiliki buku nikah atau Akta Perkawinan) atau belum tercatat (belum memiliki buku nikah atau Akta Perkawinan).

 

“Jadi, sekarang setiap perkawinan dicatat di KK. Yang dimaksud adalah apabila ada laki-laki dan perempuan mengaku sudah menikah tetapi tidak dapat menunjukan buku nikah (siri), sekarang harus ditulis statusnya menikah. Yang dulu kan tidak, statusnya ditulis belum kawin,” tambahnya.

 

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 mengenai Adminduk menyatakan dokumentasi adalah pencatatan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting.

 

“Yang dicatat itu peristiwanya atau ketersediaan dokumennya? Kalau bawa buku nikah itu gunanya untuk apa? Anda percaya tidak pada status kawin yang sudah ditandatangani oleh Kadis Dukcapil?”, tanya Zudan meyakinkan peserta. 

 

Hal ini juga berfungsi untuk kepentingan pengesahan anak karena ia hanya dapat dilakukan setelah perkawinan dinyatakan sah. Oleh karena itu, KK format baru tidak mengizinkan status orang sudah kawin ditulis belum kawin.

 

Selain itu, di pojok kanan atas KK juga ditambahkan golongan darah. Hal ini untuk memudahkan dalam melacak jejak medis dari warga terdata dengan baik.

 

Selain terkait KTP-el dan KK format baru, Zudan juga mengingatkan jajarannya agar segera melaksanakan pelayanan Akta Kelahiran online. Dengan begini, warga tidak perlu datang ke Dinas Dukcapil untuk membuat Akta Kelahiran karena bisa dicetak dan diunggah sendiri oleh warga.

 

“Prinsipnya, kami ingin memberikan pilhan kepada masyakat, mau buat Akta Kelahiran langsung di Dinas Dukcapil atau secara online. Diberi cara paling mudah dan paling bisa dilakukan warga,” tambahnya.

 

Terakhir, Zudan berpesan kepada para Kepala Dinas Dukcapil untuk segera melaksanakan program Kartu Identitas Anak (KIA) sehingga tahun depan semua sudah sudah melaksanakannya.

 

“Kebijakannya, 2019 semua harus sudah melaksakan KIA. Oleh karena itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah harus disiapkan. Jika tidak ada, maka alokasi khusus akan kita siapkan blangko khusus untuk KIA,” pungkasnya. Dukcapil***